Liga Inggris

Liga Champions Bukan Sekadar Uang bagi Klub Premier League

Redaktur:
Liga Champions Bukan Sekadar Uang bagi Klub Premier League - Liga Inggris

GEORGINIO WIJNALDUM

INDOPOS.CO.ID - MENDULANG uang dari Liga Champions? Bukan prioritas utama klub dari Premier League. Ambil contoh Manchester City. Musim lalu City melaju sampai semifinal, mereka mendulang EUR 83,8 juta (Rp 1,25 triliun) dari UEFA. Bandingkan berapa nominal yang didapatkan City dari Premier League.

Termasuk dari hak siar televisi, City yang musim lalu finish di peringkat keempat sudah mampu meraup pemasukan EUR 112,6 juta (Rp 1,68 triliun). Diberitakan The Guardian, uang yang didapat City dari Liga Champions hanya 18 persen dari jumlah pendapatannya sepanjang musim lalu.

Musim lalu, City mencatat rekor pemasukan terbesar dalam sejarahnya senilai GBP 391 juta (Rp 6,79 triliun). Atau saat Chelsea yang terhenti dari 16 Besar Liga Champions di musim lalu dan mendulang EUR 69 juta (Rp 1,03 triliun), lalu di dalam negeri mendapatkan GBP 87,1 juta (Rp 1,3 triliun).

Lantas apa bayang-bayang yang ada di benak City, Liverpool dan Arsenal saat mengejar slot Liga Champions musim depan? ''Di Liga Champions, Anda bakal mendulang banyak uang. Itu yang tidak kami dapatkan musim ini. Tapi, kami klub tanpa masalah finansial, dan kami pun punya uang untuk belanja,'' kata pelatih Liverpool Juergen Klopp kepada The Independent.

Klopp setuju jika Liga Champions bukan soal uang. ''Itu (Liga Champions) hanya seperti gula di atas kue, tapi hanya itu. Ini tidak terdengar negatif. Jika Liga Champions menjadi alasan pemain datang. Ini penting bagi pemain, karena itulah yang ingin mereka mainkan,'' tambah der trainer berkebangsaan Jerman itu.

Ya, bagi Liverpool, dengan lolos ke Liga Champions di musim depan, maka value-nya di bursa transfer musim depan pun bisa lebih diperhitungkan. Apalagi saat klub yang berjuluk The Reds itu memburu pemain sekaliber Marco Reus, atau striker peraih Torjaegerkanone (pencetak  gol terbanyak Bundesliga) Pierre-Emerick Aubameyang. ''Kami perlu beberapa tambahan lagi,'' klaim Kloppo, sapaan akrabnya.

Hal senada juga diungkapkan Arsene Wenger, pelatih Arsenal. Dalam wawancara kepada Sky Sports, Wenger tidak khawatir meski tak berlaga di Liga Champions musim depan. Wenger konfiden itu tak berdampak dengan finansial Arsenal. ''Toh uang hak siar Premier League bakal naik (mulai musim ini). Secara finansial, Anda takkan menderita,'' ungkap Wenger.

Mulai musim ini tiap klub minimal bisa mendulang GBP 81 juta (Rp 1,4 triliun) dari hak siar televisi. ''Saya di Arsenal saat kami harus membayar (hutang pembangunan) stadion, dan di saat itu pendapatakn Liga Champions sangat penting. Tapi, tidak dengan saat ini. Dari finansial,  ini bukan bencana,'' tambahnya.

Bukan hanya meningkatkan value klub di bursa transfer. Gagal lolos ke kompetisi Eropa pun bisa berujung kurang bagus bagi klub. Ambil contoh ketika Manchester United gagal lolos, maka Adidas sebagai apparel yang bekerja sama dengannya memberi penalti GBP 22 juta, atau Rp 382,3 miliar. (ren)

Berita Terkait

Bola Dunia / Lawan PSG Jadi Penentu Naik Pangkat

Bola Dunia / Bayang-Bayang Baur Tamu

Bola Dunia / Man.United Kini Raja Penalti Liga Inggris

Bola Dunia / Catatan Hattrick, Aguero Samai Rekor Shearer

Bola Dunia / Man.City Cukur Chelsea 6 Gol Tanpa Balas

Bola Dunia / Abaikan Rekor, Yakin Unggul


Baca Juga !.