Kamis, 13 Desember 2018 06:12 WIB

Ekonomi

Charoen Rahasiakan Rencana Bisnis, Ini Sebabnya

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Pabrik Charoen Pokphand Indonesia. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID-Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) masih merahasiakan rencana pengembangan bisnis setelah mencaplok Master Franchise 7-Eleven (Sevel) dari Modern Sevel Indonesia (MSI). Itu karena proses tersebut belum sah. Sebab, ada sejumlah tahapan harus dilalui.

Sejumlah tahapan itu misalnya penandatangan master franchise agreement antara entitas usaha Charoen Pokphand Restu Indonesia (CPRI) dengan pemegang merek Sevel yakni Seven & I Holding Co. Ltd.

”Karena belum tercapai juga pemutusan master franchise agreement antara Sevel Pusat dengan pemegang waralaba Sevel saat ini MSI. Jadi, belum bisa kami jelaskan bagaimana strategi ke depan,” tutur Presiden Direktur CPIN, Tjiu Thomas Effendy, di Jakarta, Selasa (23/5).

Selain itu, juga masih ada persyaratan-persyaratan lain dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena baik Charoen maupun Modern Internasional selaku induk MSI merupakan perusahaan tercatat di pasar modal. ”Jadi, ada persyaratan harus dipenuhi. Sepanjang syarat itu belum dipenuhi, transaksi belum efektif. Kalau belum efektif, kami belum bisa menjelaskan strategi dan sebagainya,” tegasnya.

Thomas melanjutkan saat ini baru menjalin perjanjian jual beli atau conditional sales purchase agreement (CSPA) dengan MSI. Dalam perjanjian tertulis, proses tersebut baru akan selesai pada 30 Juni mendatang. Perusahaan bakal membagi dividen tunai Rp 56 per saham. Dividen itu diambil 41,35 persen dari laba bersih tahun lalu atau setara Rp 918,3 miliar. Pembagian dividen itu telah mengantongi restu pemegang saham. (far)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #charoen-pokphand #bisnis 

Berita Terkait

IKLAN