Minggu, 16 Desember 2018 01:41 WIB

Liga Champions

Jelang Final Liga Champions, Juve di Bawah Bayang-Bayang Rekor Buruk

Redaktur:

Gianluigi Buffon

INDOPOS.CO.ID - UEFA sudah memilih Juventus menjadi tuan rumah laga pamungkas Liga Champions 2016-2017 melawan juara bertahan Real Madrid di Stadion Millennium, Cardiff, Wales pada Minggu 4 Juni WIB. Yang menarik, sebuah rekor final yang buruk menjadi tantangan tersendiri untuk klub berjuluk La Vechia Signora atau The Old Lady atau si Nyonya Tua.

Kedua kontestan sebetulnya sana-sama ingin menuliskan sejarah. Juve membidik treble pertama Sedangkan Los Blancos sangat berharap menjadi klub pertama di era Liga Champions, yang mampu meraih dua gelar juara secaraberuntun. Yang jadi soal. sebuah rekor yang tidak menyenangkan membayangi Juventus. Di pentas Eropa, Juve baru dua kali menang dari delapan laga final.  Kali terakhir, Juventus disingkirkan Barcelona di final Liga Champions 2015.

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengatakan, rekor buruk di final bukan alasan bagi timnya untuk tidak memberikan performa terbaik. "Ini adalah laga penting. Kami harus tampil seperti penampilan kami di sepanjang musim," sebuat Allegri dilansir Soccer Way.

Ia lantas mengatakan, hal-hal negatif menular jelang laga pamungkas itu. ‘’Ketika kami kami mencapai final, atmosfernya mengerikan. Saya masih bisa mengingatnya ketika orang-orang berbicara tentang final-final yang ketika kami kalah. Juventus tidak kalah enam kali. Kami sudah delapan kali melaju ke final. Lolos ke final saja sudah luar biasa," paparnya.

"Hanya ada satu Liga Champions seperti hanya ada satu Super Bowl. Apa yang penting adalah berada di tempat seperti sekarang. Saya gembira bisa berada di final. Saya merasa beruntung memimpin tim di Cardiff pada Sabtu (waktu Wales) Sekalipun punya rekor buruk di final kompetisi Eropa, Juve memenangkan duel terakhirnya melawan Madrid di semifinal pada Mei 2015 dengan keunggulan agregat 3-2.

Selain itu, Allegri juga tidak suka dengan label favorit yang disematkan ke tim asuhannya. Menurutnya, Real Madrid yang akan jadi lawan Juve harus dihormati. Juventus berhasil melaju ke final Liga Champions dengan catatan yang oke. Bianconeri berhasil menyingkirkan Barcelona dengan agregat 3-0 di perempatfinal dan menghentikan laju AS Monaco di semifinal dengan agregat 4-1.

Dalam perjalanan menuju final, Juventus memperlihatkan kuatnya lini belakang mereka. Mereka melalui fase grup hingga semifinal dengan hanya kemasukan tiga gol. Dengan modal sebaik itu, Juventus disebut-sebut punya peluang lebih besar untuk menjadi juara daripada Madrid. Mereka pun diyakini akan bisa mewujudkan ambisi meraih treble pada musim ini.

Akan tetapi, Allegri tak sepakat kalau Juventus kemudian dianggap tim favorit di final pada 3 Juni mendatang.  "Kami harus tenang. Optimisme itu bagus di media, tapi saya pikir tidak tepat memberi kami label favorit," kata Allegri dalam konferensi pers jelang final Liga Champions yang dikutip Marca, kemarin.

Ia mengemukakan, Juventus akan menjalani final kedua dalam tiga tahun terakhir. Karena itu, pemainnya sudah terbiasa menjalaninya. Ia lantas mengingatkan, Real Madrid juga berada di posisi yang sama," paparnya..

"Jujur. Saya sangat tidak menyukainya. Madrid adalah tim yang sangat tangguh. Kami harus sangat menghormati mereka. Performa kami bagus. Kami pantas mendapatkannya. Kami lebih aman dan yakin akan peluang kami daripada dua tahun lalu saat melawan Barcelona," kata Allegri.

Sementara itu penjaga gawang Gianluigi Buffon ditunggu sebuah rekor jika bisa memenangkan final ini. Kiper Juventus itu berpeluang mematahkan rekor Paolo Maldini. Jika bisa membawa Juve mengalahkan Madrid, Buffon akan tercatat sebagai pemain tertua yang menjuarai Liga Champions. Buffon akan berusia 39 tahun 126 hari saat final dimainkan.

Apabila itu terjadi, Buffon akan mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang Maldini. Saat memimpin AC Milan mengalahkan Liverpool di final Liga Champions 2007, Maldini berusia 38 tahun 331 hari. Terlepas dari hasil akhir di Cardiff, Buffon akan menjadi pemain tertua kedua yang tampil di final Liga Champions. Saat ini, rekornya masih dipegang Edwin van der Sar yang berusia 40 tahun 211 hari ketika Manchester United dikalahkan Barcelona di final Liga Champios 2011. (ser)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-champions #juventus 

Berita Terkait

Shakhtar Donetsk Vs Olympique Lyon

Liga Champions

Chiellini Satu-satunya Italiano

Liga Italia

Anomali Grup C Bisa Terulang Lagi

Liga Champions

Di-Boo, Lalu Menjadi Hero

Indosport

Kejutan dari De Godenzonen

Indosport

Hadapi Musuh Besar

Indosport

IKLAN