Selasa, 20 November 2018 08:58 WIB
pmk

Moto GP

Juara Dunia Nyaris Musnah, Rossi Tinggal Perebutan Posisi Kedua

Redaktur:

Valentino Rossi

INDOPOS.CO.ID - Sesuatu yang sama sekali tidak diharapkan terjadi di saat krusial. Itulah yang dialami Valentino Rossi dua tahun belakangan. Luka dalam akibat terjatuh saat latihan motocross terjadi hanya sepekan sebelum balapan kandangnya berlangsung. Tanpa podium di Mugello, kini mimpinya meraih gelar juara dunia untuk ke-10 kalinya nyaris musnah.

Rossi mengakui hilangnya podium di GP Italia bukan karena motornya yang tak kompetitif. Tapi semata-mata karena kondisi fisiknya tak memungkinkan untuk meladeni duel dengan rombongan pembalap di depan. Masih untung bisa sampai finis di posisi keempat, karena sebelum memulai rangkaian balapan di akhir pekan, Rossi bahkan sempat berpikir untuk tidak membalap dan fokus  memulihkan kondisinya. Tapi karena Mugello adalah balapan yang lebih penting dari seri manapun Rossi memilih membalap.

''(Podium) selalu menjadi tujuanku setiap balapan, tapi di Mugello levelnya naik menjadi sangat penting,'' sesalnya dilansir GP One. Rossi mengaku fisiknya langsung drop begitu balapan baru menyelesaikan 8 lap. Di sisa balapan The Doctor terus merasakan sakit di dadanya. Padahal di Mugello, Rossi harus menang jika tidak ingin selisih poinnya dengan Vinales semakin jauh. Dengan Vinales finis runner up, kini jarak keduanya semakin membentang hingga 30 poin.

Tahun lalu, situasi yang juga tak diinginkan Rossi menimpanya di masa-masa krusial. Dia kehilangan peluang menjadi juara dunia musim ini setelah gagal finis pada balapan GP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, akhir pekan kemarin. Rossi terjatuh di tikungan 10 lap ke-7 ketika berada di posisi kedua, di belakang Marc Marquez (Repsol Honda) yang akhirnya mengunci gelar juara dunia.

Musim 2015 Rossi terlibat insiden senggolan yang disengaja dengan Marquez di Sepang. Karena dianggap bersalah FIA diganjar start dari posisi buncit di GP Valencia dan akhirnya kalah atas Jorge Lorenzo di seri terakhir.

Musim ini, meski balapan masih menyisakan 12 seri lagi, sepertinya Rossi harus kembali mengurungkan mimpinya untuk mengejar juara dunianya ke-10. Dengan jarak 30 poin satu-satunya kemungkinan Rossi mampu mengejar defisit poinya, jika Vinales terjatuh dalam balapan, atau gagal finis minimal satu kali. Padahal, dengan keuntungan poin besar seperti saat ini, Vinales tinggal menjaga ritme balapnya agar posisinya tetap aman.

Nasib serupa juga dihadapi juara bertahan MotoGP Marc Marquez. Posisinya di klasemen pembalap kini terpuruk di urutan 4. Selisihnya dengan Vinales adalah 37 poin. Meski rider Ducati ada di urutan kedua klasemen pembalap, tak dimungkiri jika hanya Rossi dan Marquez-lah yang berpeluang menyaingi Vinales dalam perebutan gelar juara dunia tahun ini.

Di Mugello, Honda benar-benar kelimpungan. Padahal, sama dengan Rossi, Marquez seharusnya membawa pulang poin sebanyak-banyaknya setelah terjatuh di Le Mans. Sayang, di Mugello, tidak ada ban yang cocok dengan RC213V. Semua pilihan yang diberikan Michelin tak mampu membuat tunggangan Marquez, dan pembalap Honda lainnya kompetitif.

''Aku harus memilih medium karena dengan hard aku merasa nyaman tapi hanya untuk 12 lap. Kemudian Michelin menyarankan kepadaku agar menggunakan medium, karena dengan hard aku tidak akan bisa menyelesaikan balapan,'' ujar Marquez dilansir GP One. Dia menjelaskan, orang-orang yang tak berada di paddock pasti berpikir bahwa medium lebih lunak ketimbang hard. Tapi dalam kasus Mugello, ban medium memiliki sisi kanan yang lebih keras. Sisi inilah yang lebih banyak tergerus dalam balapan di Mugello.

Tapi, disi kirinya lebih lembut dari pilihan yang lain. Jadi Marquez mengaku sudah kesulitan mendapatkan gip ban bagian kiri setelah balapan melewati paro pertama. ''Aku pikir, ini bukan saatnya untuk mengambil risiko (memaksa untuk menggeber motor dengan risiko jatuh dan kehilangan poin),'' ulas Marquez yang kalah duel dengan rider Aspar Alvaro Bautista dalam perebutan posisi kelima. Padahal Bautista menunggang Desmosedici GP16 yang merupakan motor Ducati tahun lalu.

Melihat kondisi klasemen saat ini, Vinales seperti berada di atas angin. Pertarungan lebih sengit akan terjadi dalam perebut posisi kedua. Di sana ada Dovizioso, Rossi, Marquez, dan Pedrosa. Duo Repsol Honda tersebut kini, sama-sama mengoleksi 68 poin. Rossi hanya terpaut 4 poin dari Dovi, sedang duo Honda berselisih 11 poin dari rider Ducati tersebut. ''Kini kami menyosong balapan kandang di Montmello (Barcelona) yang permukaan aspalnya lebih buruk daya cengkeramnya. Kita lihat apa yang bisa dilakukan Honda,'' ucap Marquez.

GP Barcelona akan berlangsung 11 Juni. Itu artinya, para pembalap hanya memiliki empat hari untuk istrirahat. Karena Jumat (9/6) mereka sudah kembali melakoni latihan bebas hari pertama. (cak/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp #balap-motor 

Berita Terkait

Andi Gilang Rajai Supersport 600 CC

Total Sport

Ali Ingin Maksimal di Sirkuit Magny Cours Prancis

Total Sport

IKLAN