Senin, 10 Desember 2018 11:10 WIB

Nasional

Cinta Budaya Memperteguh Kebhinekaan

Redaktur: Syahrir Lantoni

PERTEGUH KEBHINNEKAAN: Manko PMK Puan Maharani saat memberi sambutan di acara Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 di Denpasar Sabtu malam (9/6/2017).

INDOPOS.CO.ID - Seni dan budaya merupakan salah satu instrumen untuk mengharmonisasikan seluruh sendi-sendi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bagi Indonesia, seni dan budaya merupakan salah satu pilar di dalam membangun kepribadian bangsa yang ber-bhinneka tunggal ika, memperkuat kearifan lokal sebagai falsafah nilai dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Demikian penegasan Menko PMK, Puan Maharani, dalam sambutannya saat membuka Pesta Kesenian Bali yang ke- 39 tahun 2017 di Arena Panggung Taman Terbuka Ardha Chandra, Bali Art Center, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (10/6) malam.

“Dengan semangat cinta seni budaya, kita perteguh jiwa bhinneka tunggal ika dalam berbangsa dan bernegara,” kata Menko Puan. Acara malam ini dihadiri oleh Mendagri  Tjahjo Kumolo, Gubernur Bali Made Mangku Pastika serta perwakilan negara sahabat.

Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Ulun Danu Melestarikan Air Sumber Kehidupan.” 

Menko PMK berharap, dengan tema ini, Pesta Kesenian Bali ke-39 Tahun 2017 mampu menjadi refleksi kehidupan dalam rangka membangun kesadaran masyarakat terhadap arti pentingnya memuliakan serta menghargai air sebagai sumber kehidupan dan sumber peradaban dalam kehidupan manusia, yang akan diwujudkan dalam bentuk garapan seni tari dan tabuh.

“Pesta Kesenian Bali merupakan wahana unjuk ekspresi, kreativitas, dan inovasi sekaligus prestasi dari para seniman Bali, untuk ditampilkan tidak hanya kepada masyakat Bali, tetapi juga masyarakat dunia,” ucap Puan.

Untuk itu, diharapkan Pesta Kesenian Bali diharapkan dapat menjadi jendela komunikasi antarbudaya, sekaligus membangun peradaban dunia yang berbudaya.

“Saya berharap dengan adanya Pesta Kesenian Bali yang diselenggarakan tiap tahunnya ini, selain untuk memperteguh seni budaya Bali, juga dapat memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat Bali,” tambahnya.

Selain menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah, Seniman, dan Masyarakat Bali atas kerja sama serta gotong royongnya menyelenggarakan pesta seni budaya tahunan ini, Menko PMK juga menyampaikan rasa bangganya terhadap Seni Budaya Bali yang sudah sangat mendunia yaitu Tari Barong Ket, Tari Joged Bumbung, Tari Legong Keraton, Drama Tari Wayang Wong, Drama Tari Gambuh, Topeng Sidhakarya, Tari Baris Upacara, Tari Sanghyang Dedari dan Tari Rejang.

Sementara itu, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika  mengatakan bahwa Pesta Kesenian Bali melibatkan seluruh seniman di Bali karena para peserta adalah mereka yang telah mengikuti festival tingkat kabupaten hingga provinsi.

“Pesta Kesenian Bali adalah wahana untuk merepresentasikan karya seni unggulan dan keagungan Bali. Pesta Kesenian Bali sangat dibanggakan dan dinantikan,” ujar Mangku.

Sebanyak 230 kesenian dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali yang didukung sekitar 17.000 seniman akan ditampilkan dalam satu bulan penuh. (jpg/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenko-pmk 

Berita Terkait

IKLAN