Mayora Ekspansi Pabrik Rp 1 Triliun

INDOPOS.CO.ID-Manajemen Mayora Indah (MYOR) optimistis kondisi ekonomi bakal positif. Kondisi itu tentu akan mendukung sejumlah rencana ekspansi perusahaan. Karena itu, sepanjang tahun ini perusahaan telah mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun.

Dana capex bersumber dari laba di tahan atas perolehan laba bersih tahun lalu, sisa sekitar Rp 300-400 miliar dari pinjaman perbankan. Saat ini perusahaan tengah melakukan proses pengajuan pinjaman pada bank Sumitomo.

Baca Juga :

Alokasikan Belanja Modal Rp 650 Miliar

Alokasi capex itu, sebagian besar untuk pembangunan pabrik bahan baku penunjang produksi di Balaraja, Tangerang. Maklum, kebutuhan investasi pembangunan pabrik itu mencapai Rp 500-600 miliar.

Berdasar rencana, pembangunan pabrik dilakukan pada semester kedua tahun ini. Dan, diharap bisa beroperasi tahun depan. ”Saat pabrik bahan baku itu beroperasi maka akan memenuhi sekitar 25 persen pasokan bahan baku perusahaan,” tutur Direktur Keuangan Mayora, Hendrik Polisar.

Baca Juga :

Mayora Jajakan Obligasi Rp 500 Miliar

Selama ini bahan baku perusahaan dipasok dari pihak luar. Baik dari dalam negeri maupun impor. Dengan sejumlah rencana itu, perusahaan optimistis tahun ini mengakumulasi penjualan Rp 20,11 triliun. Naik dari periode sama tahun lalu Rp 18,35 triliun. Laba usaha bertengger di kisaran Rp 2,38 triliun, menanjak 2,9 persen dari episode tahun lalu di level Rp 2,37 triliun. Sedang laba bersih dipatok berada di posisi Rp 1,53 triliun, naik 9,9 persen dari edisi sama 2016 di level Rp 1,39 triliun.

Menyusul kinerja apik tahun lalu, perusahaan berencana membagi dividen tunai senilai Rp 469,5 miliar. Jumlah itu setara 34, 89 persen dari akumulasi laba bersih 2016 di level Rp 1,39 triliun. Artinya, para pemegang saham akan membawa pulang dividen sebesar Rp 21 per lembar.

Tahun lalu, perusahaan membukukan pendapatan Rp 18,35 triliun, naik 23,8 persen dari edisi sama 2015 senilai Rp 14,82 triliun. Laba Usaha tercatat Rp 2,32 triliun dan laba bersih mencapai Rp 1,39 triliun.

Sejatinya, tahun lalu, perseroan mematok laba usaha Rp 1,90 triliun. Dari target itu, perusahaan sukses mencapai Rp 2,32 triliun, atau lebih tinggi Rp 410 miliar. Laba bersih lebih besar Rp 190 miliar dari proyeksi Rp 1,20 triliun, naik 11,10 persen dibanding laba bersih 2015 sebesar Rp 1,25 triliun. (far)

Komentar telah ditutup.