Rabu, 26 September 2018 12:14 WIB
pmk

Formula 1

Butuh Konfirmasi di Seri Baku, Mercedes Belum Termukan Semua Jawaban

Redaktur:

Lewis Hamilton

INDOPOS.CO.ID - Melihat perjalanan awal musim Formula One (F1) tahun ini, mejadi tidak mudah bagi penggila balapan jet darat itu untuk memprediksi persaingan perebutan gelar juara dunia. Bahkan, untuk memprediksi siapa yang bakal menjadi juara di setiap balapan saja sulit, sebelum mengetahui hasil latihan bebas dan kualifikasi. Setelah merebut kemenangan di Kanada Mercedes berharap situasinya bisa menjadi lebih terang.

Lewis Hamilton kehilangan poin krusial dalam usahanya merebut kembali gelar juara dunia tahun ini akibat penampilan tidak konsisten mobilnya. Dia kehilangan poin besar di GP Rusia dan Monaco. Baru kemudian bisa berangsur mengejar ketertinggalannya di GP Spanyol dan Kanada. Saat ini, posisinya tertinggal 12 poin dari Sebastian Vettel (Ferrari) di klasemen permbalap.

Balapan berikutnya di sirkuit jalanan Baku, Azerbaijan menjadi momen krusial untuk mengonfirmasi progres sebenarnya yang sudah didapat Mercedes. Maklum, tahun lalu Hamilton tampil buruk di akhir pekan. Mengalami kecelakaan di Tikungan 15 dan mobilnya menghajar dinding sirkuit saat kualifikasi, pembalap Inggris tersebut akhirnya hanya bisa start dari posisi 10.Kemudian ketika balapan Hamilton mampu merebut enam posisi dan finis di urutan kelima.

Hamilton mampu mengejar ketertinggalan di Baku musim lalu karena W07 tunggangannya masih mendominasi. Tahun ini, situasinya berbeda. Ferrari sudah membuktikan bisa tampil cepat di manapun. Bahkan, kemenangan 1-2 Mercedes di Kanada bisa jadi karena insiden rusaknya sayap depan mobil bintang Ferrari Sebastian Vettel di awal lomba.

Meski begitu, Hamilton merasa telah terjadi kemajuan besar pada W08 miliknya. Karena itu dia berharap penampilan yang konsisten sudah dimulai di GP Kanada. ''Tentu kami melakoni akhir pekan yang hebat (di Kanada), tapi aku benar-benar tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi nanti. Kita akan pergi ke Baku dimana karakternya sangat smooth (cepat dan mengalir), mirip dengan Rusia (Sochi),'' terangnya khawatir, dilansir Motorsport.

Mendapatkan setingan terbaik di akhir pekan adalah tantangan besar bagi Mercedes saat ini. Namun, dari GP Monaco dan Kanada banyak pelajaran yang bisa diambil. ''Jika kami melakukan pendekatan yang sama seperti dua pekan terakhir (Monaco dan Kanada), aku yakin kami bisa terus bertarung dan mungkin tidak naik-turun separah awal musim ini. Jadi kami berharap rollercoaster ini akan segera berakhir,'' tandasnya.

Hamilton mencatat titik balik dari Monaco ke Montreal, Kanada merupakan hasil kerja paling impresif yang pernah dicapai timnya sejak 2014.Dia menyamakannya dengan akhir pekan di GP Singapura 2015, dimana posisi mereka terpuruk di bawah Red Bull dan Ferrari sejak era mesin hybrid turbo V6 diperkenalkan. ''Aku rasa di Singapura saat itu kami tidak tahu apa yang terjadi. Bahkan sampai dua pekan setelahnya kami masih mencoba memahami mengapa kami berada pada posisi itu. Meski setelah itu kami bangkit,'' kenangnya.

Meski begitu, kepercayaan diri yang dirasakan Hamilton belum dimiliki bos Mercedes Toto Wolff. Menurutnya, timnya belum menemukan semua jawaban yang dibutuhkan untuk bisa tampil konsisten menantang Ferrari. Dia mencontohkan hasil kualifikasi GP Kanada. Meski menggunakan setingan yang sama Hamilton mengalami peningkatan grip ban sepanjang sesi. Sementara rekan setimnya, Valtteri Bottas berkebalikan, gripnya menurun.

Hasilnya, Bottas finis di posisi ketiga di sesi kualifikasi dengan selisih 0,718 detik dari Hamilton yang meraih pole position. Selisih itu adalah yang marjin terlebar yang pernah dialami sepanjang tahun ini.

Wolff mengakui GP Baku, 25 Juni nanti akan menjadi tantangan berat bagi Mercedes. Trek jalanan yang sempit dan beberapa area yang berkelok-kelok tidak ideal untuk W08 dengan wheelbase panjang. Ini kemungkinan akan menguntungkan Ferrari yang memiliki mobil lebih pendek, kompak, dan lincah.

Di sisi lain, Mercedes bisa mengambil keuntungan di trek lurus sepanjang 2,2 kilometer. ''Akan ada akhir pekan yang baik dan akhir pekan yang sangat baik, dan akan ada akhir pekan yang aneh dan buruk. Kami mengalaminya di Monte Carlo, dan Ferrari mengalaminya di Kanada. Semakin banyak data yang bisa dikumpulkan, semakin kami bisa memahami apa yang sedang terjadi,'' ucapnya.

Di Baku tahun lalu, mantan pembalap Mercedes Nico Rosberg menang. Disusul Sebastian Vettel di posisi keduam, dan Sergio Perez (Force India-Mercedes) menggenapi podium terakhir. Sedangkan Hamilton hanya finis di posisi lima setelah start dari urutan 10. (cak)


TOPIK BERITA TERKAIT: #f1 #balap-mobil 

Berita Terkait

IKLAN