Jumat, 19 Oktober 2018 01:28 WIB
pmk

Basket NBA

Cavaliers Chaos, GM Mendadak Mundur, Internal Memanas

Redaktur:

David Griffin

INDOPOS.CO.ID - Beberapa hari sebelum bursa free agent dibuka pada 1 Juli, kabar mengejutkan datang dari Cleveland Cavaliers. General Manager David Griffin memastikan untuk tidak lagi bersama finalis tiga musim beruntun tersebut.  Kontrak pria 44 tahun itu berakhir Juni ini. Dan pasca bernegoisasi panjang lebar dengan owner Cavaliers Dan Gilbert, tidak ada kata sepakat untuk memperpanjang kerja sama di antara keduanya.

“Mewakili organisasi, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Griff atas kepemimpinan dan kontribusi yang dia berikan. Termasuk peran besarnya dalam mendatangkan gelar juara pertama untuk franchise ini,” tulis Dan Gilbert dalam statement resmi di situs NBA.

Gilbert menambahkan, belum ada sosok pengganti resmi yang mengisi posisi Griffin. Manajemen Cavaliers sementara bakal dijalankan bersama-sama oleh jajaran direksi mereka yakni Koby Altman, Brock Aller, Tony Leotti, Jon Nichols, dan Mike Gansey.

Ini tentu keputusan tidak populer. Internal manajemen Cavaliers bisa jadi terganggu. Apalagia dua event besar NBA pada off season ini sudah di depan mata, yakni NBA Draft 2017, pada Jumat (23/6) dan pembukaan bursa free agent pada awal Juli. Terlebih, Cavaliers disebut tengah mendekati beberapa pemain bintang macam Paul George dan Jimmy Butler.

Sumber di internal tim tersebut menyebutkan, berpisahnya Griffin dengan Cavaliers lantaran Griffin enggan mengikuti kemauan Gilbert. Kemauan yang dimaksud adalah keinginan Gilbert untuk merombak besar-besaran komposisi tim tersebut.

Menurut sumber yang sama, pengusaha 55 tahun itu saat ini sedang sangat ikut campur dalam langkah Cavaliers membentuk tim musim depan. Gilbert bahkan disebut selalu ingin dilibatkan dalam menghadapi NBA Draft, trade pemain, maupun pemain-pemain mana yang harus dipertahankan atau dilepas.

“Kami sampai pada titik dimana tidak dapat menemukan visi yang sama. Dan keputusan terbaik saat ini adalah dengan meneruskan langkah masing-masing. Aku sudah tidak sabar mendapatkan tantangan selanjutnya di NBA,” tulis Griffin dalam statement resmi dilansir subnation.

Meski belum ada sosok resmi yang menggantikan Griffin, sudah beredar rumor mantan pemain NBA Chauncey Billups berpeluang besar mengisi posisi yang ditinggalkan Griffin. Mantan bintang Detroit Pistons yang kini bekerja sebagai analis NBA di ESPN itu selama ini dikenal punya kedekatan dengan Gilbert. Keduanya disebut bakal bertemu untuk melakukan negoisasi hari ini.

Kedekatan keduanya sendiri sudah terjalin lebih dari sepuluh tahun. Itu berawal ketika Billups masih aktif membela Pistons dan menjadi model iklan perusahaan properti Gilbert di Detroit.

Jika benar dipercaya menjabat sebagai President Basketball Operation Cavaliers, Billups disebut akan mengajak mantan General Manager Milwaukee Bucks dan Utah Jazz Justin Zanik untuk menjadi rekan kerjanya.

Langkah berani Gilbert ini sendiri membuatnya disorot banyak pihak. Dia disebut tidak tahu terima kasih. Sejak menjabat sebagai General Manager Cavaliers pada Februari 2014, Griffin memang sukses menjaga internal Cavaliers tetap solid.

Dia sudah membuat banyak gebrakan yang puncaknya membawa Cavaliers merasakan gelar juara pada 2016. Dalam tiga musim terakhir, tim tersebut juga selalu menembus final. Salah satu langkah besar Griffin adalah membawa pulang LeBron James ke Cavaliers setelah hijrah empat musim ke Miami Heat.

Gilbert sendiri juga disebut tidak meminta pendapat LeBron saat mengambil keputusan mengakhiri kerja sama dengan Griffin. Dalam cuitannya di Twitter kemarin, king James julukan LeBron tampak kecewa saat memberikan ucapan terima kasih kepada Griffin. “Jika tidak ada yang memberimu apresiasi Griff, akulah yang akan memberinya. Dan aku harap seluruh warga Cleveland juga begitu. Terima kasih atas semua yang kamu lakukan di tim ini dalam tiga tahun terakhir,” cuit LeBron di Twitter kemarin. (irr)


TOPIK BERITA TERKAIT: #basket-nba #basket 

Berita Terkait

IKLAN