Selasa, 20 November 2018 03:16 WIB
pmk

Liga Italia

Gara-gara Donnarumma Milan Tekor 1 Triliun

Redaktur:

Gianluigi Donnarumma

INDOPOS.CO.ID - Keengganan Gianluigi Donnarumma untuk membubuhkan tanda tangannya di kertas perpanjangan kontrak tidak hanya menyakiti tifosi AC Milan yang sudah lama memimpikan hadirnya kiper berkualitas sejak Nelson Dida. Namun, dari segi bisnis, Milan sebagai klub juga menderita kerugian yang cukup luar biasa.

Hal itu dilontarkan oleh CEO Milan, Marco Fassone, Senin (19/6). Dia mengatakan, rival sekota Inter Milan tersebut sudah merogoh kocek yang cukup dalam sejak Donnarumma menginjakkan kaki di Kota Mode. Tatkala Donnarumma pindah dari Club Napoli ke Milan 2013 silam, atau saat dirinya berusia 14 tahun, klub berjuluk Rossoneri tersebut sudah menebus Donnarumma kecil dengan harga EUR 250 ribu (Rp 3,72 miliar). Kemudian, sepanjang dua tahun berlatih di Akademi Milan, mulai dari fase Giovanissimi (U-15), hingga Primavera (U-19), Milan juga mengeluarkan biaya baik untuk nutrisi, maupun biaya sekolah.

Saat Donnarumma mulai menerima kontrak perdananya di usia 16 tahun, setiap tahun, Milan mengeluarkan EUR 90 ribu (Rp 1,34 miliar), versi Football Player Pro, sebagai gaji yang diterima kiper 196 cm tersebut. ”Kalau dikalkulasi, setidaknya Milan merugi hingga EUR 100 juta (Rp 1,48 triliun),” ucap Fassone dalam wawancaranya dengan Corriere della Sera.

Menurut Fassone, angka tersebut tidak hanya berdasarkan market value yang berkembang di usianya yang sudah menginjak 18 tahun. Namun juga keputusan Milan untuk menurunkannya sebagai kiper utama di musim 2015-2016.

CEO 53 tahun tersebut melanjutkan, dirinya begitu kecewa karena Donnarumma tidak menginformasikan keputusannya langsung dari mulutnya, tetapi melalui pernyataan sang agen, Mino Raiola. Jika saja Donnarumma mengatakan sendiri tidak tidak ingin bertahan, Fassone menegaskan klub bakal duduk, dan mendiskusikan klausul pelepasan dengan harga yang sesuai. ”Namun, karena peristiwa tersebut, mungkin nominal Donnarumma (EUR 100 juta) bakal masuk ke kantong agennya,” sindir Fassone.

Fassone juga membantah ucapan Raiola, dimana Donnarumma terpaksa untuk tidak memperpanjang kontrak karena Direktur Olahraga Massimiliano Mirabelli yang dianggapnya memperkeruh suasana, maupun Milanisti yang terus-menerus meneror Donnarumma dan keluarganya.

Fassone berujar, sejak awal tidak ada yang namanya Fassone ataupun Mirabelli. ”Segala transaksi terjadi atas nama Milan,” tegasnya. Lebih lanjut, meski tergolong rival, bahkan termasuk pihak yang paling menginginkan tenaga Donnarumma, Juventus memberikan dukungan tidak langsung atas apa yang dialami Il Diavolo, sebutan lain Milan.

Direktur Umum Juventus, Giuseppe Marotta mengatakan bahwa sudah saatnya FIFA (Federasi Sepak Bola Dunia), mengatur regulasi tentang agen. Sebab, mereka adalah pihak yang menjadi aktor utama harga pemain menjadi gila-gilaan dan tidak masuk akal. ”Para profesional ini termasuk golongan yang rakus,” kecamnya dikutip dari Gazzetta dello Sport.

Marrota menuturkan, sepanjang 2013 hingga 2016, Transfer Matching System (TMS), setidaknya mengesahkan transaksi dengan total nominal EUR 982 (Rp 14,62 triliun). Termasuk transfer termahal dunia musim lalu, ketika Paul Pogba pindah dari Juve ke Manchester United seharga EUR 105 juta (Rp 1,56 triliun).

Apakah Donnarumma tidak akan mendapat tempat di skuad Rossoneri lagi? Fassone berujar bahwa hal itu tergantung keputusan allenatore Vincenzo Montella. Namun, klub tetap bakal membuka pintu bagi Donnarumma. ”Sebenarnya itu juga tergantung fans. Mood cepat berubah,” tukasnya. (apu)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ac-milan #liga-italia 

Berita Terkait

Bukan Striker Bengal

Indosport

Bukan Striker Bengal

Indosport

Badai Bikin Tuan Rumah Gigit Jari, Genoa 1 vs Napoli 2

Liga Italia

El Faraon Pembeda

Liga Italia

AC Milan vs Olympiacos, Pipita Bisa Marah

Liga Champions

IKLAN