Ibu-Ibu Lagi Pada Pusing Nih Harga Cabai Rp 140 Ribu Per Kilogram

INDOPOS.CO.ID – Menjelang Lebaran, harga sembilan bahan pokok (sembako) di beberapa daerah makin melejit.

Harga daging ayam yang biasanya hanya Rp 30 ribu-Rp 34 ribu kini sudah mencapai Rp 38 ribu-Rp 39 ribu.

Baca Juga :

Harga Cabai Meroket Lagi, Warga Gelisah

Bahkan, harga cabai makin ''pedas'' karena mencapai Rp 140 ribu per kilogram pada H-1 Lebaran.

Kenaikan harga itu diketahui saat tim satgas antimafia pangan melakukan pemeriksaan harga di Pasar Kahayan pada Jumat (23/6).

Baca Juga :

Dua Biang Kerok Cabai Mahal Dibekuk

Diduga, harga tersebut dinaikkan oknum bersama spekulan harga di pasaran.

Jajaran Satreskrim Polres Palangka Raya dan tim gabungan telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik harga mahal cabai tersebut.

Baca Juga :

1 Kilo Cabai Setara Setengah Gram Emas

Kasatreskrim Polres Palangkaraya AKP Ismanto Yuwono menyatakan, pihaknya bakal melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap kenaikan drastis harga cabai dan sembako lain di pasaran.

''Kami dari kepolisian akan menyelidiki ada tidaknya spekulan yang bermain terkait dengan harga yang memanfaatkan situasi meningkatnya kebutuhan tinggi,'' ujar Ismanto.

Pama Polri itu menegaskan, barang bakal disita bila ada permainan harga.

''Apakah diduga ditimbun pelaku spekulan atau distributor, atau oknum lainnya, kami akan lakukan selidiki lebih mendalam. Kalau harganya seperti ini, kasihan masyarakat,'' kata Ismanto.

Sementara itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kalteng Katma F. Dirun mengungkapkan bahwa diduga penyebab mahalnya harga cabai di Pasar Kahayan adalah permainan spekulan nakal.

Sebab, dia sudah mengecek harga cabai ke petani, baik di Tangkiling maupun Kelampangan. Hasilnya, harganya tidak melejit.

''Saya sudah cek harga jual petani. Mereka menjual seharga Rp 35 ribu. Nah, di lapangan atau di pasaran harganya Rp 140 ribu.

Karena itu, kami koordinasikan dengan tim antimafia pangan,'' jelasnya. (daq/ign/c14/ami/jpnn)

Komentar telah ditutup.