Masjid Al Alam, Masjid yang Benar-Benar ‘Terapung’

INDOPOS.CO.ID –  Masjid yang di bangun di tepi pantai dengan posisi yang menjorot ke laut dianggap sebagai mesjid terapung. Tiang pancangnya yang ditancap di  bibir pantai, lalu dari darat disambungkan dengan jembatan ke masjid, pun juga masih dipersepsikan sebagai masjid terapung. 
 
 Begitulah orang menyebut rumah ibadah umat Islam di pinggir laut itu  sebagai masjid di atas air. Masjid-masjid seperti ini dicontohkan misalnya pada masjid di Pantai Losari di Makassar, bahkan juga masjid di tapian Laut Merah di Jeddah, Arab Saudi.
 
Namun untuk menunjuk masjid yang benar-benar terapung, pergilah ke Kota Kendari, Ibu Kota Sulawesi Tenggara (Sultra). Jalanlah ke Teluk Kendari, di sana tengah dibangun  Masjid Al Alam. Masjid megah yang dibangun Gubernur Sultra Nur Alam. 

 Dari Pantai Kendari, tapatnya di By Pass, memandanglah ke tengah teluk. Dari sejauh 2 kilometer terlihat kubah perak mengkilap. Badan  bangunan besar itu memang  masih dalam pengerjaan. Masih 70 persen. Namun jika kelak selesai, mesjid itulah yang layak disebut masjid yang benar-banar terapung. 
 
 Sebab, tempat ibadah umat Islam itu berdiri megah di tengah laut, di Tengah Teluk Kendari.  Sekillingnya hanyalah air, tak ada jembatan penghubung dari daratan, kecuali jalan melingkar menuju ke masjid. 
 
 Indopos online yang masuk ke kawasan masjid pun hanya menemukan satu jalan akses masuk ke tengah teluk. Dan itu cukup untuk menjangkau semua area masjid. 
 
Jalan melingkari Masjid Al Alam  itu nanti selain sebagai akses ke masjid, juga sebagiannya akan difungsikan sebagai area parkir. Sungguh arsiteknya begitu apik. Jarak dari daratan ke Al Alam juga lumayan jauh, yaitu 1.6 kilometer. 

Baca Juga :

Sepertinya masjid ini untuk mendekatkan ke warga yang berdomisili di Kecamatan Lapulu.  Sebab, pintu akses jalan ke masjid terletak di kawasan Bundaran Lapulu.  Meski begitu, warga di kawasan pantai Kendari atau di By Pass juga bisa beribadah di masjid ini dengan cara harus mengelilingi setengah dari Teluk Kendari. 

Tapi sebenarnya warga di kawasan Benu-benua kelak bisa cepat mengakses  cepat jika nanti jembatan dari Benu-benua ke Lapulu juga selesai. Jadi, di Teluk Kendari akan ada dua ikon kota yang terkenal. Yaitu Masjid Al Alam dan jembatan teluk  yang menghubungkan Benu-benua ke Lapulu. 

Baca Juga :

Pada Ahad 28 Mei yang lalu, Gubernur Sultra Nur Alam  sudah menggunakan masjid ini untuk salat subuh berjamaah. Hadir mendampingi Sekwilda Lukman Abunawas, Wakil Gubernur Saleh Lasata, Kepala Bappeda Sultra Nasir Andi Baso,   dan sejumlah SKPD. 

Usai salat subuh, Gubernur Nur Alam tampak sumringah. Bukan apa, tapi  seakan ingin menjawab cibiran yang selama ini meragukan megaproyek masjid terapung tersebut. 

“Saya bangga dan bahagia karena masjid ini sudah bisa kita gunakan salat berjamaah. Masyarakat sudah bisa melihatnya. Saya juga bersyukur dan berdoa, semoga bisa kelar sesuai harapan,” ungkap Nur Alam saat itu.

Dikatakan, saat ini masjid Al Alam baru tuntas sekira 70 persen. Namun, dipastikan Desember nanti masjid tersebut sudah rampung secara keseluruhan. 

“Sekira 30 persen lagi rampung. Kubah hampir selesai. Elektrikal dan mekanikalnya juga sudah dipasang," katanya. 

Plafon juga sementara disiapkan. Rangka baja dan dinding karena menggunakan kaca, semua sedang dalam perjalanan. "Insya Allah paling lambat dua Minggu sudah tiba di Kendari,” katanya. 

Lantas seperti apa konstruksi dan konsep masjid ini? Peraih penghargaan Bintang Mahaputra Utama ini kemarin menjelaskan, proyek ini dikerjakan kontraktor Abipraya dari anggaran APBD Sultra. Anggaran diproyeksikan mencapai Rp 250 miliar. 

Sampai saat ini sudah 116 tiang pancang yang terpasang. Akan ada 200-an tiang pancang lagi akan dipasang untuk menopang 4 buah tower masjid. Sedangkan kubah dipesan dari Jerman dengan garansi 30 tahun bebas karat.

Yang menarik adalah kubahnya, di mana kubah utama menggunakan sistem buka tutup dengan bukaan hexagonal.  Semula akan ditambah fasilitas gedung serbaguna dan ruang manajemen masjid, namun direvisi.  Kubah lainnya  rencananya adalah 4 buah dengan ukuran kecil dan berbentuk  setengah lingkaran.

 Sebagai tambahan, seperempat kawasan masjid akan difungsikan sebagai area publik, misalnya area bermain, kuliner, dan lain-lain. Luar biasa. Dan itu semua akan rampung Desember 2017 ini. Masjid Al Alam, inilah mesjid  yang benar-benar terapung. (rir)

Komentar telah ditutup.