Senin, 24 September 2018 01:14 WIB
pmk

Bulutangkis

Menunggu Gelar Tunggal Putra

Baru Tommy Sugiarto yang Meraih Gelar di Thailand GP Master
Redaktur:

Tommy Sugiarto

INDOPOS.CO.ID - Performa tim tunggal putra pelatnas Indonesa di Cipayung sepanjang 2017 sangat-sangat mengecewakan. Trio tunggal putra muda pelatnas, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting,  dan Ihsan Maulana Mustofa yang selama ini diandalkan untuk menembus belantara elit tungga putra dunia belum kunjung menunjukkan prestasi apa pun.

Karena itu, paceklik gelar yang mereka dirasakan hingga akhir Juni 2017 diharapkan terhenti saat tampil di Selandia Baru Grand Prix Gold awal Agustus 2017 mendatang. Tanda-tanda tersebut sebenarnya sudah terlihat. Terakhir yakni diperlihatkan Jonatan kala menembus final Thailand Open GPG 2017 awal Juni lalu.

Namun, Jonatan harus terhenti di tangan wakil India, Sai Praneeth 21-17, 18-21, 19-21. Hal yang sama juga diperlihatkan Anthony, tahun ini, Ia bisa menembus empat semifinal turnamen selevel Grand prix dan superseries. Namun, rupanya konsistensi masih menjadi kendala besar yang harus mereka selesaikan.

Sedangkan performa Ihsan terus menurun sejak menembus semifinal Indonesia Open SSP 2016. Di luar pelatnas, masih ada singelar Tommy Sugiarto yang masih menyelamatkan wajah tunggal putra Indonesia. Gelar di Thailand Masters GPG 2017. Ia  menjadi satu-satunya pemain tunggal putra Indonesia yang mampu mendulang gelar.

Pelatih Hendry Saputra mengaku timnya butuh waktu untuk membuat para pebulutangkis pelatnas lebih konsisten. "Kembali masalah mind set. Mereka harus bisa memecahkan masalah itu, khususnya Ihsan. Saya terus berdiskusi dengan dia," katanya.

Sedangkan buat Anthony, tantangannya bakal lebih berat. Sebab, dia menjadi satu di antara dua wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow, Skotlandia Agustus mendatang. "Kejuraan Dunia gak gampang. Yang terbaik main di situ. Ginting (Anthony, Red) harus lebih siap," beber Hendry.

Sementara itu, Kabidbinpres Susi Susanti menegaskan untuk tunggal putra, dia berharap agar para pemain membuktikan diri bahwa mereka memang sudah layak mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. "Seharusnya mereka bisa pecahkan gelar di level grand prix. Kalau di sana gak bisa dapat, gimana mau bicara di superseries," ujarnya.

Jojo ataupun Anthony sebelumnya memang sudah bisa menembus semifinal bahkan final.  Namun, hingga sekarang, mereka belum bisa ke luar dari situasi batas yang menghadangnya. "Ini proses menuju kematangan bermain buat mereka," sambungnya. (nap)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bulutangkis 

Berita Terkait

Akbar/Winny Langsung Tersingkir di Indonesia Masters

Bulutangkis

Siapkan Pesta Medali Emas  

Asian Games 2018

Bisa-Bisa All Indonesian Final

Asian Games 2018

Sore Ini, Anthony Dkk Tantang Tiongkok di Final

Headline

Gregoria dkk Pede Habisi Hongkong

Bulutangkis

IKLAN