Senin, 24 September 2018 12:55 WIB
pmk

Penerapan GWM Averaging Mudahkan Bank Atur Dananya

Redaktur: Ali Rahman

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara

INDOPOS.CO.ID - ‎Bank Indonesia menilai penerapan Giro Wajib Minimum (GWM) Averaging atau rata-rata dapat memudahkan perbankan dalam mengatur likuiditasnya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara‎ mengatakan, GMW Averaging dalam bahasa gampangnya yaitu perbankan menempatkan 6,5 persen dana pihak ketiga (DPK) ke Bank Indonesia setiap harinya. "Pada tahap pertama, 5 persen fix dan 1,5 persen itu averaging, sehingga jika dirata-rata dalam dua minggu maka perbankan 6,5 persen menempatkan DPK-nya ke Bank Indonesia," kata Mirza dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (3/7).

Menurut Mirza, dengan dihitung secara rata-rata maka perbankan dapat mengatur likuiditasnya secara leluasa ketika menempatkan DPK ke Bank Indonesia.

Contohnya, ketika likuiditas besar maka dapat menempatkan ke Bank Indonesia lebih besar dan ketika likuiditas ketat dapat diperkecil persentase. "‎Setiap hari itu tidak harus 6,5 persen (menempatkan DPK ke BI, red), jadi bisa diatur, misalnya market lagi kenceng bisa ambil 7 persen, besoknya 5,75 persen," katanya.

Namun, ketika dihitung secara rata-rata dalam dua minggu, mendapatkan angka 6,5 persen per hari.

Mirza berharap, dengan fleksibelnya pengaturan DPK perbankan diharapkan terjadi ‎pasar keuangan dalam negeri yang likuiditas dan tidak tersimpan di dalam sistem bank tersebut. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-indonesia #giro-wajib-minimum 

Berita Terkait

Cegah Melemah, Transaksi Pakai Rupiah

Nasional

BI Yakin Mampu Lewati Tekanan terhadap Rupiah

Headline

Anies Senang BI Permudah DP Rumah

Jakarta Raya

IKLAN