Politik

Iki Kata Cak Imin dalam Puncak Final MKK

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Iki Kata Cak Imin dalam Puncak Final MKK - Politik

ACARA PUNCAK: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat membuka final Musabaqah Kitab Kuning (MKK). Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID-Sebanyak  200 santri putra dan putri tampil di  babak final Musabaqah Kitab Kuning (MKK) yang digagas Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Lomba dengan nilai total hadiah Rp 500 juta plus umrah digelar di kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (21/7).  

 Kitab yang dilombakan sama seperti pada babak penyisihan, yakni Imrithi dan Alfiyyah karya Ibnu Malik yang berisi gramatika bahasa Arab, Fathul Qorib yang berisi tentang fikih, dan Ihya Ulumuddin yang berisi berbagai hal terkait ajaran Islam, terutama fikih dan tasawuf.  

"Kami memilih empat kitab itu karena keberadaannya sangat penting bagi pemahaman agama Islam," ungkap  Ketua Umum DKN Garda Bangsa Cucun Ahmad Syamsurijal.

Dikatakannya, sumber ajaran Islam, Alquran dan Sunnah, memakai bahasa Arab sehingga penting bagi umat Islam untuk memahami ilmu gramatika bahasa Arab, sehingga  tidak menimbulkan pemahaman dan tafsir yang kurang tepat.

"Pemahaman yang kurang tepat, bisa  berpotensi memunculkan Islam yang tidak sesuai keasliannya. Di mana agama mengajarkan perdamainan," tambahnya.  

Acara final Musabaqah Kitab Kuning (MKK) secara simbolis dibuka oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar . Dalam sambutanya Cak Imin menyampaikan aspirasinya atas terlaksananya Musabaqah Kitab Kuning sebagai rangkaian peringatan ulang tahun ke-19 PKB.

”Pelaksanaan Musabaqah Kitab Kuning ini  momentumnya cocok sekali di saat kebutuhan kualitas kedalaman ilmu di tengah masyarakat," kata Muhaimin Iskandar. (wsa)

Berita Terkait

Megapolitan / Mobil Mewah Tunggak Pajak Rp 2,4 Miliar

Politik / Susun RUU Permusikan Harus Libatkan Pekerja Seni

Politik / PKB Tolak Draf RUU Permusikan


Baca Juga !.