Sumber Dana Tak Jelas, Gathering Wartawan-DPRD Disoal

INDOPOS.CO.ID – Penggiat antikorupsi Banten, Uday Suhada mempertanyakan sumber dana penyelenggaraan gathering yang diikuti puluhan wartawan bersama dengan DPRD Banten yang digelar di salah satu hotel bintang empat yang berlokasi di Pantai Anyer, Kabupaten Serang yang digelar akhir pekan lalu.

”Sekarang ada nggak dalam DIPA (Daftran Isian Pelaksanan Anggaran) DPRD Banten untuk kegiatan gathering bersama puluhan wartawan. Jika tidak ada maka itu termasuk dalam unsur korupsi,” terangnya kepada INDOPOS, kemarin (24/7). Karena itu, dia meminta aparat penegak hukum melakukan pengusutan.

Baca Juga :

”Meski tidak ada yang melaporkan dalam kasus itu. Mustinya Kejati Banten turun tangan menyelidiki,” kata Uday yang juga peneliti di SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) ini. Dia juga mengaku, tidak habis pikir apa urgensi DPRD Banten melakukan gathering bersama puluhan wartawan.

”Ini bukan soal besar dan kecil anggarannya untuk kegiatan tersebut, namun soal aturan main dalam penggunaaan anggaran,” cetusnya.  Apalagi, kata Uday juga, DPRD Banten terkesan pilih kasih dan tidak mengundang secara terbuka semua wartawan yang biasa melakukan peliputan di DPRD Banten.

Baca Juga :

Jangan Jemput Paksa Pasien

Namun, undangan kegiatan menggunakan APBD Banten 2017 itu dilakukan oleh DPRD Banten bersama puluhan wartawan dilakukan secara sembunyi sembunyi. Bahkan undangan diberikan hanya dari mulut ke mulut. ”Sehingga terkesan acara tersebut sarat dengan kepentingan,” paparnya juga.

Rapih Hardiansyah, pemimpin redaksi salah satu media online lokal yang dikonfirmasi koran ini mengaku mendapatkan surat undangan untuk mengikuti gathering wartawan yang dilakukan oleh Setwan DPRD Banten tersebut. Namun, dirinya tidak ikut dalam kegiatan tersebut.

Dia menilai kegiatan gathering itu tidak begitu urgent untuk meningkatkan kemitraan antara wartawan dengan anggota DPRD Banten. ”Seharusnya Setwan DPRD Banten sering mengirimkan rillis atau rencana kegiatan anggota dewan kepada wartawan. Bukannya ujug-ujug menggelasr gathering,” terangnya.

Sejumlah sumber INDOPOS yang enggan ditulis namanya mengungkapkan, kegiatan gathering itu menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Anggaran dialokasikan untuk sewa kamar hotel dan membayar narasumber dalam kegiatan itu meski dana kegiatan itu tidak ada dalam DIPA DPRD Banten 2017.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Setwan) DPRD Provinsi Banten, Deni  Hermawan ketika dikonfirmasi, membenarkan kegiatan gathering angara DPRD Banten dengan puluhan wartawan di salah satu hotel bintang empat yang digelar pekan lalu. ”Kegiatan gathering dua hari. Jumat (22/7) dan Sabtu (23/7) di Hotel Mambruk,” terangnya kepada INDOPOS, Senin (24/7).

Menurutnya, kegiatan gathering bagi wartawan yang meliput di Setwan DPRD Provinsi Banten untuk mempererat tali silaturahmi antara wartawan dengan Setwan DPRD Banten. Tujuannya, agar menghasilkan berita-berita yang positif bagi DPRD Banten.

Saat ditanya besaran anggaran yang dikeluarkan dalam kegiatan itu, Deni Hermawan menolak menjelaskannya. Namun, menurutnya juga, kegiatan itu sudah dianggarkan dalam DIPA Setwan DPRD Banten. ”Tentu saja sudah ada anggarannya. Kalau tidak ada anggarannya, tidak mugkin terlaksana,” paparnya.(yas/agp)

 

Komentar telah ditutup.