Kamis, 15 November 2018 06:00 WIB
pmk

Nusantara

Pernikahan Dini di Sulawesi Utara Masih Tinggi

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Penyuluhan pernikahan ideal terhadap para siswa SMP dan SMA, belum berjalan semestinya di Sitaro, Sulawesi Utara. Pasalnya, pernikahan usia dini masih sering ditemui. Data 2016 lalu, jumlah pernikahan pada usia 16-21 tahun tercatat mencapai 58 orang.

”Ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap umur pernikahan yang ideal. Apalagi masyarakat juga tidak memahami dengan benar kesehatan reproduksi remaja dan keluarga berencana,” ujar Aktivis Sosial Kepemudaan Okjen Malendes Kansil SAP.

Imbasnya, kata Kansil, sering terjadi juga aksi-aksi yang tidak diinginkan. Seperti aborsi dan penelantaran bayi dan anak. Tentu saja hal tersebut dilakukan guna menghindari pernikahan dini. “Namun tidak dapat dibenarkan secara moral,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Pendidikan Robet Kahiking menjelaskan, pihaknya memang sudah sering melakukan sosialisasi di sekolah. “Kami menggandeng SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama,” ujarnya.

Lanjutnya, penerapan ini harus melalui lingkungan terdekat yakni keluarga. Sebab sesering apapun kita melakukan sosialisasi, namun untuk anak pengawasannya lebih ke orang tua. Sehingga peranan orang tua memang sangat penting,” tutupnya.

Terpisah, Kadisdukcapil George Bawole mengungkapkan, memang pernikahan pada usia dini masih sering terjadi. “Namun saya rasa sudah menurun. Karena cukup banyak orang tua yang sadar kesehatan anak,” tutupnya.(cw-01/har/manado post/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pernikahan-dini #sulawesi-utara 

Berita Terkait

Pria Usia 41 Tahun Nikahi Anak Belia

Internasional

Marak Pernikahan Dini, Pemerintah Diminta Tegas

Nasional

Di Kotamobagu, Sulut, Pengrusakan APK Marak

Nusantara

IKLAN