INDOPOS.CO.ID – Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Sabtu (22/7) lalu, masih menyimpan retentan masalah. Seorang pendukung klub Macan Kemayoran diketahui babak belur dipukuli oleh oknum fans tuan rumah usai laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, yang berlangsung panas tersebut.

Ketua Umum Jakmania Tauhid Indrasjarief merasa prihatin atas kejadian yang menimpa salah satu suporter Persija itu. “Saya menyayangkan masih adanya suporter Persija yang nekat untuk mendukung langsung Persija di Bandung,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/7).

Sebelumnya Jakmania telah dilarang oleh pihak kepolisian setempat untuk menghadiri laga klasik tersebut. Namun, tak semua mematuhi larangan itu. Akibatnya, seorang suporter Persija yang berasal dari Angke, Jakarta Utara, yang nekat datang ke Bandung, mengalami intimidasi dari suporter tim lawan.

Boboy, panggilan korban, mendapatkan sambutan yang mengerikan di Bandung. Ia dikeroyok hingga mengakibatkan luka-luka dan masuk rumah sakit.

Meski ada insiden tersebut, Bung Ferry – sapaan akrab Tauhid, tetap mengisyaratkan bahwa kesempatan damai antara kedua belah pihak masih tetap ada. Panjang memang, namun bukan berhenti begitu saja akibat kasus itu.

“Coba lihat beranda Facebook kalian. Berapa banyak the Jakmania hadir GBLA yang lebih beruntung dan tidak mengalami kekerasan? Kenapa? Banyak di antara mereka yang hadir di stadion bersama Bobotoh/Viking,” kata Bung Ferry.

“Dengan musibah ini, kita seperti menutup mata pada hal yang positif.  Satu korban, sementara belasan, bahkan mungkin puluhan lainnya aman.  Semoga Allah SWT masih membuka mata hati dan pikiran kita untuk selalu memohon petunjuk dari NYA,” lontar Bung Ferry.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari sebuah proses panjang dan besar. Hanya mereka yang mempunyai prinsip kuat yang mampu bertahan. “Saya bukan tipe orang yang takut kehilangan simpati. Saya lebih takut menjadi orang yang kehilangan petunjuk dari NYA.,” lontar Bung Ferry.

Ia juga tetap memberikan semangat dan sabar Boboy, karena suatu hari kelak ia yakin Jakmania bisa bersama-sama menonton Persija di Bandung tanpa harus ada kekerasan. “Dan untuk bapak/ibu di federasi yang saya hormati, saya tidak pernah bosan untuk mengarahkan anak-anak saya The Jakmania.  Tapi, saya berharap ada edukasi yang jelas untuk generasi muda seperti mereka. Katakan yang salah itu salah dan yang benar itu benar,” kata Bung Ferry. (fdi)

Komentar telah ditutup.