Ekonomi

Waskita Beton Buyback Saham Rp 1 Triliun

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Waskita Beton Buyback Saham Rp 1 Triliun - Ekonomi

ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID-Waskita Beton Precast (WSBP) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 1 triliun. Hajatan itu kalau tak aral melintang bakal dilakukan dilaksanakan dalam tempo 18 bulan ke depan. Tercatat buyback  sebanyak 1,84 miliar saham atau 7 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Aksi korporasi itu diharap memaksimalkan nilai pemegang saham. Itu mengingat harga saham perusahaan berada di bawah harga saat penawaran umum perdana saham (IPO). Dengan begitu, tidak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek industri beton precast tanah air.

”Target pendapatan tahun ini tumbuh 63 persen dan laba bersih meningkat 85 persen. Pencapaian dan target itu menjadi dasar kami buyback,” tutur Direktur Keuangan dan Risiko Waskita Beton Precast, MC Budi Setyoni.

Saham perdana perusahaan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016 lalu seharga Rp 490 per lembar saham. Kemarin, harga saham dengan sandi WSBP bergerak menguat 3,54 persen ke posisi Rp 468 per lembar saham. Berdasar konsensus analis, hingga akhir tahun ini saham perseroan dapat mencapai Rp 700 per saham.

Direktur Utama WSBP, Jarot Subana menambahkan anggaran dana buyback dialokasikan dari kas internal. Maklum, semester ini ada penjadwalan penerimaan kas dari pencairan piutang mencapai Rp 1,4 triliun. Angka itu tentu cukup untuk kebutuhan buyback dan tidak mengganggu ekspansi. ”Modal kerja perseroan tidak terganggu,” ucapnya.

Rencana buyback itu telah mendapat restu pemegang saham dalam hajatan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Sepanjang semester pertama 2017, perusahaan membukukan pendapatan Rp 2,67 triliun, naik 42,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sedang laba bersih naik 28 persen menjadi Rp 436,4 miliar. (far)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / IHSG Terperosok 13 Poin

Megapolitan / Saham Pemprov DKI Jakarta Tetap

Ekonomi / Saham Asia Dinilai Kurang Untung, Efek Tekanan Perang Dagang

Bola Dunia / Erick Thohir Bersiap Melepas Saham di Inter Milan

Ekonomi / Waskita Proyeksi Kontrak Baru Rp 10,39 Triliun


Baca Juga !.