Selasa, 20 November 2018 05:21 WIB
pmk

Nasional

FDS Mereduksi Gerakan Pendidikan Masyarakat

Redaktur: Syahrir Lantoni

INDOPOS.CO.ID - Ketua Fraksi PKB MPR RI Abdul Kadir Karding menyampaikan jika kebijakan Full Day School (FDS) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini akan terus digulirkan, maka dia yakin gerakan-gerakan pendidikan yang telah diupayakan oleh masyarakat akan tergerus.

"Kebijakan ini menurut kajian dari banyak pihak akan berdampak pada menurunnya gerakan pendidikan yang dikelola oleh masyarakat yang dikenal dengan pondok pesantren," ucap Karding pada Halaqoh Kebangsaan PKB di Hotel Acacia Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Dalam data yang dihimpun PKB, Kadir menuturkan, di Indonesia ini ada 9 juta santri, 7 juta siswa madrasah, dan ada 8 juta siswa TPA/TPQ, jumlah yang banyak ini akan mengalami penurunan jika kebijakan ini diteruskan.

"Kebijakan ini bertentangan dengan penguatan karakter bangsa," tegasnya.

Sebelumnya, seperti yang diketahui bahwa presiden telah memberhentikan sementara kebijakan FDS yang tertuang dalam Permendikbud nomor 23 tahun 2017, namun nyatanya di lapangan masih banyak dipraktikan kebijakan yang menggunakan waktu 8 jam tersebut.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menuturkan bahaya dari FDS ini.

"FDS yang coba diterapkan akan sangat berbahaya sekali bagi pelaksanaan pendidikan madrasah di Indonesia," ucap pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Karding melanjutkan, Forum Halaqoh Kebangsaan ini,  sebagai bagian dari respons FKBN (Forum Komunikasi Bela Negara) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari PKB dan NU.

"Respons dari kita yang tidak lepas dari santri, siswa madrasah dan orang tua yang ada di negeri ini tentang kebijakan FDS," tandas anggota Komisi VI ini.

"Mudah mudahan kita bisa mendorong Pemerintah menuruti aspirasi masyarakat untuk mencabut kebijakan ini," pungkasnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fraksi-pkb #halaqoh-kebangsaan #abdul-kadir-karding #full-day-school 

Berita Terkait

IKLAN