Megapolitan

Ketua DPRD: Ada Pihak yang Bermain dalam Proses Lelang Balaikota

Redaktur:
Ketua DPRD: Ada  Pihak yang Bermain dalam Proses Lelang Balaikota  - Megapolitan

MANGKRAK: Proyek salah satu gedung di Puspemkot Tangsel yang penyelesaiannya tertunda sekitar dua tahun.

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPRD Tangsel, Mochamad Ramlie berharap KPK segera menangkap pejabat dinas dan kontraktor pelaksana mega proyek pembangunan Puspemkot Tangsel bernilai puluhan miliar yang mangkrak sejak dua tahun lalu tersebut.

Sebab, katanya juga, selama ini legislatif kota itu melihat banyak pembangunan milik pemerintah daerah yang di lelang dan dikerjakan pihak rekanan mangkrak di tengah jalan. Padahal estimasi waktu pengerjaan saat proses lelang dikerjakan sanggup dikerjakan.

”Ditangkap saja pejabat dinas yang bermain, karena selama ini teguran kami tidak diindahkan. Jangankan pembangunan puspemkot yang mangkrak, pembangunan gedung DPRD dan sejumlah sekolah saja tidak ada yang diselesaikan para pemenang lelang. Kami yakin pasti ada permainan di dalam proses lelang balaikota yang mangkrak itu,” tegasnya.

Ramlie pun yakin, ada kongkalikong antara kontraktor dan pegawai ULP dalam pengaturan lelang kegiatan pembangunan gedung milik Pemkot Tangsel. Alasan itu dikemukakan karena tidak adanya transparansi soal kualifikasi peserta lelang ke publik. Dan berita acara sanggah menyanggah dari perusahaan peserta lelang lain ke pemenang lelang juga tidak ada.

”Dalam rapat paripurna setiap kami tanya masalah ini, para petingi pemkot selalu menghindar. Harusnya transparansi saja, karena ini uang rakyat Tangsel. Sudah tahu kabupaten/kota di Banten ini disorot KPK soal korupsi, kok masih saja ada yang nekat bermain. Mudah-mudahan kasus ini cepat terungkap agar Kota Tangsel terbebas dengan praktik KKN,” katanya. (cok)

 

TAGS

Berita Terkait

Headline / Kata KPK, Rommy Masih Butuh Perawatan RS Polri

Headline / Tujuh Politisi Hadapi Hadapi Tuntutan JPU

Headline / Gubernur Aceh Nonaktif Divonis 7 Tahun Penjara

Banten Raya / Korupsi, 70 PNS di Banten Dipecat

Nasional / Kasus Korupsi Saat Ini Demi Kepentingan Politik


Baca Juga !.