Megapolitan

Langgar Perda, Warga Desak Camat Dicopot

Redaktur:
Langgar Perda, Warga Desak Camat Dicopot  - Megapolitan

D emo Kantor Bupati: Demo warga menuntut penutupan puluhan kandang ayam tak berizin di Kecataman Cilograng, Selasa (22/8).

INDOPOS.CO.ID - Puluhan aktivis lingkungan hidup dan anggota LSM Benteng Aliansi Rakyat (Bentar) menggeruduk kantor Satpol PP dan kantor Pemkab Lebak. Aksi warga itu mendesak agar Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengevaluasi kinerja Camat Cilograng, Edi Sunaedi menyusul maraknya peternakan ayam illegal di wilayah tersebut.

Padahal, Kecamatan Cilograng termasuk daerah yang tidak diperbolehkan untuk membuka usaha peternakan ayam, lantaran daerah itu kawasan wisata dan agro pertanian. Pendemo juga menuding camat mengangkangi Perda No 2 tahun 2014 tentang Rencana Umum Tata ruang(RUTR) Pandeglang.

”Kami minta agar Bupati Lebak mengevaluasi kinerja Camat Cilograng yang diduga telah mengeluarkan izin dan membiarkan puluhan kandang ayam beroperasi di sana. Tentu saja pembiaran ini sangat kontradiktif dengan Perda nomor 2 Tahun 2014 tentang RUTR,” ujar Ahmad Yani, ketua LSM Bentar dalam orasinya di depan kantor Pemkab Lebak, Selasa (22/8).

Para pengunjukrasa  menuding camat telah mengangkangi perda, lantaran telah melakukan kecerobohan dengan cara memberikan surat izin ternak kepada pemilik kandang dan diduga ikut menerima setoran dari pengusaha peternakan ayam yang ada di wilayahnya tersebut. ”Kami inta bupati mencopot Camat Cilograng yang juga merangkap mantri kesehatan,” tegas Yani juga.

Selain itu, warga juga meminta agar kepala Satpol PP Pandeglang segera menutup keberadaan puluhan kandang ayam di Kecamatan Cilograng, mengingat Satpol PP merupakan adalah aparat penegak perda.

”Untuk itu, kami minta agar Satpol PP menutup puluhan kandang ayam itu. Lantaran Kecamatan Cilograng masuk zona merah untuk membuka usaha peternakan ayam, jika Satpol PP tidak berani menutup kandang ayam itu, maka kepala Satpol PP juga kami minta mundur,” tukas Yani lagi.

Puas berorasi di kantor Satpol PP, puluhan masa kemudian melanjutkan orasi di kantor Bupati Lebak yang jaraknya tidak begitu jauh. Di sana, masa kembali melakukan orasi. ”Rekomendasi yang di keluarkan camat terkait kandang ayam adalah SIUP, SIGA dan IMB. Tentu saja itu mengangkangi perda,” terang kordinator aksi, Ena Suhena.

Bahkan,di halaman kantor Pemkab Lebak pengunjuk rasa sempat melakukan aksi saling dorong dengan petugas kepolisan saat pengunjukrasa memaksa masuk ke dalam kantor Pemkab Lebak. Tapi aksi massa itu berhasil dihalau oleh petugas.

Puas berorasi,aksi unjukrasa yang dijaga oleh puluhan petugas dari polisi dan Satpol PP itu langsung membubarkan diri. Tapi mereka mengancam akan kembali berunjukrasa menurunkan massa lebih banyak lagi, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh Bupati.

Sementara itu, Camat Cilograng Edi Sunaedi yang dikonfirmasi mengaku heran atas aksi unjukrasa yang dilakukan aktivis dan LSM dari Kecamatan Rangkasbitung tersebut. Karena, menurut Edi, masyarakat Kecamatan Cilograng tidak ada yang mempersoalkan keberadaan kandang ayam tersebut.

Karena kandang ayam itu milik warga dan bersifat kandang ayam tradisional. ”Aksi unjukrasa itu sarat dengan kepentingan politis. Warga Cilograng tak satupun yang mempersolkan keberadan kandang ayam. Anehnya,yang ikut aksi demo itu tak satupun warga Cilograng,” ujarnya saat dihubungi.

Bahkan, Edi mempertanyakan motif dibalik aksi demo yang dilakukan kalangan aktivis dan LSM tersebut. ”Mungkin kalau ada satu atau dua orang dari Cilograng yang ikut aksi demo, saya dapat mengerti. Tapi inikan yang demo itu orang luar Cilograng semua. Kami di Cilograng adem adem aja. Perlu dipertanyakan apa motif itu,” kata Edi juga. (yas)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Demo Anti-Presiden, 20 Warga Sudan Tewas

Megapolitan / Diprotes, Pemotongan anjing Segera Ditutup

Politik / Demo Protes Capres Terjadi di Jakarta

Jakarta Raya / Gedung DPRD Digeruduk Jakmania


Baca Juga !.