Megapolitan

Tetap Dikutip Biaya Sekolah, Siswa SMA/SMK Miskin Wajib Bayar

Redaktur:
Tetap Dikutip Biaya Sekolah, Siswa SMA/SMK Miskin Wajib Bayar - Megapolitan

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Ratusan siswa miskin yang belajar di SMA negeri di Kota Bekasi masih harus membayar berbagai kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, sejak dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, baru satu sekolah yang menggratiskan biaya bagai warga kurang mampu tersebut, yang jumlahnya 107 orang.

Perlu diketahui, jumlah pelajar miskin di Kota Bekasi mencapai 3.000 orang. Namun untuk bisa sekolah SMA/SMK negeri hanya 15 persen atau 450 siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2017/2018. Setelah SMKN 3 Kota Bekasi menggratiskan biaya 107 siswa miskin, kini tersisa 343 siswa miskin yang masih harus membayar uang sekolah.

”Baru SMKN 3 yang menggratiskan biaya bagi siswa miskin setelah seluruh pengelolaan SMA/SMK negeri diambil alih pengelolaannya oleh provinsi sejak awal tahun lalu,” terang Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Inayatullah kepada INDOPOS, Selasa (22/8).

Dia juga menjelaskan, jumlah siswa miskin sesuai dengan data tahun 2016 mencapai 3.000 siswa yang harusnya masuk SMA/SMK negeri. Namun, untuk bisa masuk ke sekolah negeri ada kuota atau dibatasi 15 persen. ”Jadi dari jumlah siswa miskin itu hanya 450 siswa yang berhak masuk ke SMA/SMK negeri,” ucap juga pejabat yang akrab disapa Inay itu.

Padahal, katanya juga, sebelum diambil kewenangannya oleh Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bekasi hanya membebani biaya SPP Rp 150 ribu per siswa tiap bulannya. Sedangkan untuk uang bangunan dipatok Rp 1,5 juta. Tapi sejak SMA/SMK negerai dikelola Pemprov Jawa Barat, uang SPP dinaikkan sampai Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per siswa tiap bulannya.

Termasuk uang bangunan saat siswa pertama kali masuk sekolah yang mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta per siswa. Saat ini jumlah SMA/SMK negeri di Kota Bekasi mencapai 22 sekolah.

Senada, Kepala Disdik Kota Bekasi Ali Fauzi mengatakan sejak dikelola Pemprov Jawa Barat baru satu sekolah yang berani menggratiskan biaya sekolah untuk siswa miskin. ”Yakni SMKN 3 Kota Bekasi. Jumlahnya 107 siswa. Padahal, semua siswa miskin harus bebas uang sekolah agar mereka bisa mengenyam pendidikan,” terangnya, kemarin (22/8).

Ali juga menambahkan, sejak kewenangan SMA/SMK negeri di wilayahnya diambil alih Provinsi Jawa Barat pada awal 2017 lalu, Pemkot Bekasi sudah tidak memiliki wewenang meminta agar sekolah negeri itu menggratiskan biaya sekolah untuk ratusan siswa kurang mampu yang memang layak dibantu.

Bahkan, Ali juga mengaku sudah mendapat informasi kalau para orang tua kurang mampu di SMA/SMK negeri dikutif Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu untuk biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) tiap bulan. ”Kalau dulu saat kewenangan masih dipegang Pemkot Bekasi, pendidikan dari SD hingga SMA/SMK negeri gratis,” ucapnya.

Namun begitu, kata Ali juga, seluruh pungutan SMA/SMK negeri itu memang sesuai berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. ”Aturan itu memang menjelaskan kutipan biaya sekolah diperbolehkan asal melalui rapat komite sekolah dan pihak sekolah,” ungkapnya juga.

Biasanya pihak sekolah mengajukan rencana program kegiatan ke pihak komite sekolah yang berisi perwakilan para orang tua siswa. Setelah rencana itu sepakati, sekolah diperkenakan meminta iuran kepada komite sekolah. ”Dibolehkan mengutip iuran, asal harus sesuai kesepakatan bersama antara sekolah dengan komite sekolah,” cetusnya lagi.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Kota Bekasi, Sugiyono mengatakan memang ada 107 siswanya yang kurang mampu dan tidak dipungut biaya alias gratis. Dia juga mengatakan, 107 siswa itu digratiskan biaya sekolah sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.1/15346-Set.Disdik tentang petunjuk teknik PPDB baru yang juga mengatur tentang siswa kurang mampu.

”Keputusan ini diambil berdasarkan rapat bersama antara pihak sekolah dan komite sekolah beberapa waktu lalu,” terangnya. Pembebasan biaya sekolah itu, kata Sugiyono, 107 siswa kurang mampu itu dibebaskan biaya dana awal masuk Rp 2 juta dan SPP Rp 150 ribu setiap bulannya selama tiga tahun.

Meski begitu, pihak sekolah lebih dulu melakukan verifikasi ke rumah 107 siswa kurang mampu tersebut. Mereka mengecek keabsahan data dari para siswa selama tiga hari. ”Kami berharap kebijakan ini  bisa meningkatkan mutu pendidikan siswa karena mereka sekarang tinggal fokus belajar tanpa memikirkan biaya,” tandasnya. (dny)

Siswa Kurang Mampu Kota Bekasi

(tingkat SMA/SMK)

1.    Jumlah siswa miskin di Kota Bekasi 3.000 siswa

2.    Kuota siswa miskin diterima PPDB online 2017 hanya 450 siswa (sesuai kuota 15 persen)

3.    Baru 107 siswa miskin di SMK Negeri 3 Kota Bekasi yang bisa gratis biaya sekolah.

4.    Tersisa 343 siswa yang masih harus membayar biaya sekolah

Perbedaan Biaya SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi

Dikelola Provinsi Jawa Barat

1.    SPP Rp 200 ribu-Rp 300 ribu per siswa tiap bulan

2.    Uang gedung pertama kali masuk sekolah Rp 2 juta- Rp 3 juta per siswa

Dikelola Kota Bekasi

1.    SPP Rp 150 ribu per siswa tiap bulannnya

2.    Uang gedung Rp 1,5 juta per siswa

 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Banten Raya / Pendaftar Membludak, SMAN 1 Petir di Kabupaten Serang Butuh RKB

Lifestyle / Mau Anak Pede di Hari Pertama Sekolah? Coba Tips ini

Nasional / Satgas Zonasi Pendidikan untuk Bantu Pemerintah Daerah

Nasional / Kemendikbud Bentuk Satgas Zonasi Pendidikan

Viral / Viral, Sekolah Ini Punya Tangga Khusus Perempuan


Baca Juga !.