Megapolitan

Kampung Bekelir Belum Layak jadi Lokasi Wisata

Masih Banyak Sarana yang Perlu Dibenahi

Redaktur:
Kampung Bekelir Belum Layak jadi Lokasi Wisata - Megapolitan

PERLU KONSEP MATAN G: Pengendara motor melintas di depan mural ’Kampung Bekelir’ di Kelurahan Babakan, Kota Tangerang belum lama ini.

INDOPOS.CO.ID - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diskepar) Kota Tangerang mengaku kesulitan mengembangkan potensi Kampung Bekelir, RW 01 dan 03, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang. Pasalnya, kawasan itu merupakan daerah padat penduduk yang sulit digali potensi ekonominya seperti kerajinan warganya.

Sehingga, pemberian izin tiket kepada para wisatawan yang datang ke daerah itu belum bisa dilakukan. Kepala Diskepar Kota Tangerang, Rina Hernaningsih mengaku masih banyak yang harus dibenahi di wilayah bekas kawasan kumuh yang sudah dipenuhi seni mural di Kelurahan Babakan itu sebelum jadi lokasi wisata.

Dia juga mengaku sampai sekarang belum menemukan konsep yang tepat untuk mengembangkan potensi wisata di perkampungan itu. Bahkan, akses masuk ke kampung itu masih sangat sempit untuk dilalui wisatawan untuk menikmati seni mural berbagai warna dan bentuk dari para seniman.

”Masih banyak yang harus ditata. Penataan ruang sama bangunan dan akses yang paling diutamakan. Belum lagi nanti harus ada penataan kuliner. Jadi kami belum berani langsung menetapkan Kampung Bekelir jadi lokasi tujuan wisata,” katanya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Puspemkot Tangerang, kemarin (22/8).

Selain itu juga, lanjut Rina, konsep pemungaran tempat wisata lokal di Kampung Berkelir belum dilengkapi dengan penyediaan lahan parkir kendaraan untuk para pelancong. Ditambah belum adanya dinas terkait memberikan pelatihan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) kepada warga di sana. Seperti kuliner dan cendramata khas Kampung Bekelir.

”Untuk menjadikan ini sebagai wahana wisata bagi warga perlu perlengkapan sarana dan prasarana lain. Kalau dipaksakan nanti kami takut gagal dan kembali disorot. Yang pasti butuh waktu lama agar Kampung Bekelir layak jadi obyek wisata lokal,” ungkapnya juga.

Apalagi, katanya juga, sebelum adanya aksi mural di kawasan kumuh itu pihaknya sudah melakukan uji kelayakan objek wisata.

Seperti, penyediaan dermaga untuk wisata air di Sungai Cisadane, dan juga ruang terbuka hijau bagi pengunjung untuk menikmati lokasi wisata air. ”Ya sekarang bisa dilihat belum ada geliat wisatawan ke sana, walaupun sudah dihias dengan gambar unik. Memang yang penataan kawasan kumuh memang kami akui jadi sangat apik,” katanya lagi.

Rina juga mengatakan, saat ini Diskepar Kota Tangerang justru tengah menggarap potensi wisata air di Sungai Cisadane. Kata dia, justru sungai itulah terdapat konsep kuat pengembangan obyek wisata di Kota Tangerang. Berkembangnya potensi wisata air membuat perkampungan yang ada di dekat sungai, seperti Kampung Bekelir akan dapat dipugar.

”Dari Sungai Cisadane dulu dikonsepkan lalu kawasan sekitarnya berkembang. Jika seperti sekarang ini kan menjadi tidak terlihat apa yang akan ditonjolkan dalam mengembangkan kepariwisataan lokal,” jelasnya juga.

Senada juga diungkapkan Kabid Pariwisata Diskepar Kota Tangerang, Rizal Ridolloh. Menurutnya saat ini fokus pengembangan obyek wisata di bantaran Sungai Cisadane. Salah satunya mengedapankan even pariwisata bertajuk Festival Cisadane setiap tahunnya. Dalam kegiatan itu terdapat bazar produk UKM, dan perlombaan perahu hias, pargelaran budaya hingga lomba dayung internasional yang diikuti lima negara.

”Justru dengan even pariwisata Sungai Cisadane kami ajak warga membangkitkan perekonomian serta pariwisata. Kalau wisatawan hanya diajak berkunjung ke kampung itu pasti akan bosan,” terangnya. Karena itu pula, Rizal berharap warga Kampung Bekelir tidak kecewa karena kawasan belum jadi tempat wisata seperti yang diharapkan.

”Kami tidak mau nanti disebut tebang pilih hanya menempatkan ojek wisata di bantaran sungai itu dengan mengutamakan Kampung Bekelir saja. Harus semua kampung yang ada di bantara Sungai Cisadane ambil bagian dan bisa dijadikan lokasi wisata,” ungkapnya juga. (cok)

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Tempat Sampah Akhir Mengancam Desa Wisata Dokan di Karo

Banten Raya / Wayang Ajen Sedot Perhatian Ratusan Warga Lebak

Nasional / Homestay Desa Wisata Pentingsari Segera Berstandar Dunia

Nusantara / Jukung-Jukung Meliuk di Sungai

Nasional / Pasar Seken Aviari Siap Jadi Ikon Pariwisata Batam?


Baca Juga !.