Di Kota Santri Ini, Pelajar SMA Perkosa Siswi SD Berdarah-darah

INDOPOS.CO.ID – Kelakuan pelajar SMA bernama Fero (samaran) sungguh bejat. Dia dengan brutal memerkosa Melas (nama samaran), siswi SD di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Senin pagi (21/8). Bocah 7 tahun itu mengalami pendarahan hebat hingga harus dioperasi.

Orang tua Melas adalah pendatang asal Ponorogo. Mereka indekos di Gempol Kurung dan sama-sama bekerja. ’’Sudah selama 10 tahun (indekos, Red) di sini,’’ jelas Iskandar, pemilik kos-kosan.

Iskandar yang juga menjabat kepala dusun mengungkapkan, setiap pagi DG, ayah Melas, tidak berada di rumah. Dia bekerja di kawasan industri Margomulyo, Surabaya. ET, ibu korban, bekerja sebagai buruh pembuat makanan di rumah tetangga. Lokasinya tidak jauh dari kos-kosan.

Rupanya, Fero sudah lama mengamati kondisi tersebut. Siswa salah satu SMA di Menganti itu kerap berkunjung ke kos korban Iskandar. ’’Salah seorang teman sekolahnya juga indekos di sini. Jadi, (pelaku, Red) sering ke sini,’’ ujar Iskandar.

Iskandar tidak banyak mengetahui kronologi kejadian tragis tersebut. Sebab, dia baru datang ke kos-kosan sekitar pukul 10.00. ’’Saat itu sudah ramai. Ada polisi dan warga yang berkumpul,’’ katanya.

Menurut informasi, perkosaan diketahui ET, ibu Melas, saat balik ke kos-kosan pukul 09.00. Dia hendak mengantar Melas berangkat ke sekolah. Namun, ET kaget bukan main. Dia melihat buah hatinya itu terbaring. Merintih kesakitan. Bocah perempuan tersebut memegangi kemaluannya. Darah segar keluar dari bagian vital tersebut.

ET dibantu warga segera melapor ke Polsek Menganti. Polisi bersama petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas KBPP dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik cepat-cepat membawa Melas ke RSI Benowo.

Namun, sampai di sana, rumah sakit itu tidak mampu memberikan tindakan. Alat kesehatan (alkes) terbatas. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina. ’’Kami terus mendampingi,’’ tutur Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pengarusutamaan Hak Anak Dinas KBPP Winarti.

Bagaimana kondisi korban? Sumber di RSUD Ibnu Sina menjelaskan, luka yang dialami korban cukup parah. Organ vitalnya robek. Sewaktu hendak ditangani dokter, dia terus menangis kesakitan. Kasihan. Petugas kesehatan mengalami kesulitan.

Korban pun dipindah ke ruang operasi. Tenaga kesehatan di IGD kewalahan karena korban tidak bisa tenang. ’’Di ruang operasi, ada dokter spesialis anestesi. Pasien dibius dulu,’’ papar sumber tersebut.

Setelah menjalani operasi, pasien dirawat intensif di ruang opname. Selasa (22/8) pukul 15.00, korban bisa pulang bersama kedua orang tuanya. (adi/yad/c14/roz)

Komentar telah ditutup.