Megapolitan

Kecamatan Cibarusah Kekeringan, Ribuan Warga Tiga Desa Andalkan Air Kali untuk Cuci-Mandi

Redaktur:
Kecamatan Cibarusah Kekeringan, Ribuan Warga Tiga Desa Andalkan Air Kali untuk Cuci-Mandi - Megapolitan

MUSIM KEMARAU: Seorang ibu bersama anaknya mencuci perabotan dapur di aliran Kali Cihoe di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/8).

INDOPOS.CO.ID - Awal musim  kemarau, tiga desa di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi mulai kekeringan. Warga mengaku sudah tidak mendapatkan air bersih sejak dua minggu lalu. Alhasil, ribuan warga terpaksa mengambil air dari Kali Cihoe dan Kali Cipamingkis.

”Sudah dua minggu kekeringan ini kami alami. Tidak ada air bersih yang kami dapat selama kemarau melanda daerah ini,” kata Enjum, 39, warga Desa Ridogalih RT 06/03, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/8). Enjum menambahkan, pasokan air bersih kini hanya mengandalkan dari aliran Kali Cipamingkis dan Kali Cihoe.

Setiap hari, dia bersama warga lainnya harus mengambil air kali menggunakan jerigen untuk keperluan mandi, dan menyuci baju. ”Tapi kalau untuk kebutuhan air minum saya terpaksa membeli air galon isi ulang di warung, karena sudah ada yang menjual,” katanya.

Perlu diketahui kekeringan di Kecamatan Cibarusah meliputi tiga desa yakni Desa Sirnajati yang dihuni 638 kepala keluarga, Desa Ridhogalih dihuni 1.216 kepala keluarga dan Desa Ridomanah dihuni 805 kepala keluarga.

Senada juga dikatakan, Asep, 38. Menurut warga Kampung Cihoe, Desa Ridhogalih itu untuk bisa mendapatkan air, dirinya terpaksa mengambil air dari Kali Cihoe. Dia mengaku, bersama warga lainnya tidak peduli kondisi air kali tersebut. ”Yang penting bagi saya air itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan menyuci,” katanya.

Asep menjelaskan, dirinya memerlukan air dalam sehari sebanyak 120 liter untuk keperluan empat orang anaknya. ”Saya bawa setiap hari 6 jeriken air, yang isinya 20 liter perjeriken. Saya dan warga lainnya sangat terpaksa mengambil air kali Cihoe ini karena sangat membutuhkan meski airnya jelek,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cibarusah Abdul Iman mengatakan, kekeringan itu sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Kekeringan di derahnya merupakan peristiwa musiman tiap tahun terjadi bilaman musim kemarau tiba. ”Kalau sudah musim kemarau memang warga disini mengalami kekeringan,” katanya, Rabu (23/8).

Sekarang ini, kata Iman, warga mengandalkan air dari kolam air artesis yang ada di Kampung Gempol. Bahkan, tidak sedikit juga warga mengambil air dari Kali Cihoe dan Kali Cipamingkis yang lokasinya tak jauh dari perkampungan warga. Sebab, pengadaan Water Treatment Plant (WTP) milik PDAM Patriot belum beroperasi.

”Sudah dipasang WTP-nya tapi memang belum beroperasi,” katanya. Iman menjelaskan, penyebab kekeringan ini memang karena struktur tanah di wilayah Cibarusah tidak bagus. Semisal untuk areal persawahan saja harus disuplay air setiap hari melalui aliran Kali Cipamingkis dan Kali Cihoe. ”Kalau tidak maka tumbuhan yang ditanam bakal mati, karena tidak ada airnya,” ujarnya juga.

Meski begitu, Iman mengaku,  kejadian ini sudah di laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Apalagi, kondisi air di kolam artesis sudah mulai mengecil. Termasuk aliran Kali Cihoe yang juga sudah mulai mengering. ”Karena suhu panas semakin hari semakin tinggi,” jelasnya.

Iman mengakui, rencananya Kamis (24/8) bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Bekasi akan tiba. Bantuan air bersih itu untuk didistribusikan kepada warga yang tinggal di tiga desa tersebut. ”Mudah-mudahan besok (Kamis) bantuan air bersih dari BPBD datang,” tandasnya. (dny)

Wilayah Bekasi yang Kekeringan

Desa Cibarusahkota                        : 50 KK

Desa Sirnajati                                     : 638 KK

Desa Ridhogalih                                                : 1.216 KK

Desa Ridomanah                                              : 805 KK

Total                                                                                      : 2.709 KK

Sumber Air Alternatif Warga

Kali Cihoe

Kali Cipamingkis

Kolam Artesis Kampung Gempol

TAGS

Berita Terkait

Nusantara / Kekeringan Masih Melanda Ngawi

Nusantara / Warga Berburu Air di Lereng Jurang

Banten Raya / Kemarau, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Menganggur

Nusantara / Dampak Kekeringan, Minum Air Sungai

Banten Raya / Penggarap Lahan Kering Lebak Butuh Alsintan


Baca Juga !.