Megapolitan

Pungli Pengusaha, Empat PNS Dicokok

Terkena OTT Polda Banten, Usai Terima Uang Rp 16,2 Juta

Redaktur:
Pungli Pengusaha, Empat PNS Dicokok - Megapolitan

INDOPOS.CO.ID - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Banten menangkap tangan empat pegawai Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Rabu siang (23/8) lalu. Empat PNS itu terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh polisi usai menerima uang dari pengusaha saat mengurus izin perusahaan.

Dari tangan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Tangerang ini disita uang hasil pungli senilai Rp 16,2 juta.  Direktur Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Banten, Kombespol Widoni Fedri yang dikonfirmasi INDOPOS melalui sambungan telepon mengatakan, OTT terhadap empat pegawai DPMPTSP Kabupaten Tangerang itu terjadi sekitar pukul 14.00 di kantor instansi yang terletak di Jalan M Atiek Soehardi, Kecamatan Tigaraksa.

Para pelaku adalah HD, kasi Izin Prinsip Penanaman Modal (IPPM), EI, staf di IPPM. Lalu ada SA staf di seksi Tanda Daftar Perusahaan (TDP), serta IW tenaga honorer IPPM. Keempatnya kata dia ditangkap saat melakukan pelayanan pengurusan izin prinsip ke sejumlah pengusaha. ”Keempatnya masih diperiksa oleh penyidik,” terangnya.

Dia juga mengatakan, para pegawai itu dicokok saat sedang melakukan pelayanan pengurusan perizinan. ”Terkena OTT saat melakukan pungli kepada beberapa pengusaha yang tengah mengurus izin prinsip pembuatan perusahaan. Kemungkinan keempatnya sudah melakukan pungli ini ke banyak pengusaha yang mengurus perizinan,” tegasnya, kemarin (24/8).

Dalam OTT kepada HD, EL, SA dan IW itu, lanjut Widoni, pihaknya berhasil menyita uang pungli yang dilakukan kepada pengusaha yang hendak mengurus perizinan tersebut. Uang senilai Rp 16,2 juta didapatkan timnya dari laci meja HD yang diserahkan oleh IW dari salah satu pengusaha.

Keempatnya pun langsung di gelandang ke Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan. ”Informasi yang baru kami dapat uang itu diminta HD dan EL kepada beberapa pengusaha agar dapat cepat memproses izin prinsip perusahaan. Yang didelegasikan untuk melakukan pungli ini adalah SA dan IW,” paparnya juga.

Kami, terang  juga sudah mendapatkan keterangan dari para korban terkait aksi pungli pelayanan perizinan di Pemkab Tangerang,” paparnya. Dijelaskan Widoni juga, terkuaknya kasus pungli oleh empat ASN di DPMPTSP Kabupaten Tangerang ini setelah jajarannya banyak menerima laporan pengaduan dan keluhan dari masyarakat yang hendak mengurus perizinan.

Di mana dalam pengaduan itu warga di daerah itu mengeluhkan adanya uang pelicin yang diminta pegawai instansi ini untuk memprose berkas pengurusan izin prinsip yang diajukan tersebut. Dari sana pihaknya pun memantau DPMPTSP Kabupaten Tangerang untuk membongkar prakti pungli yang akhirnya menangkap empat PNS.

”Dari empat bulan lalu laporan pengaduan dan keluhan warga terus kami terima. Punglinya bervariatif diminta oleh para PNS DPMPTSP ini. Kami pun langsung melakukan penelusuran dan berhasil mencokok mereka yang terlibat pungli,” papar juga perwira menengah Polri ini.

Ditanya detail soal pungli apa yang kerap dilakukan keempat pegawai DPMPTSP Kabupaten Tangerang itu, Widoni menyatakan, belum dapat menjelaskan secara rinci. Alasannya kasus pungli tersebut masih dalam penyidikan. Dia pun berjanji setelah proses penyidikan itu rampung dikerjakan timnya maka publikasi terkait kasus OTT empat pegawai DPMPTSP ini akan dipaparkan dengan detail.

”Kami mohon maaf, belum dapat memberikan informasi secara rinci terhadap OTT ini. Nanti setelah semua data terkumpul kami akan berikan ini ke rekan-rekan wartawan. Jika kami jelaskan semua kasus ini akan terhenti, dan ini SOP yang harus kami jalankan. Dua tiga hari lagi lah baru kami informasikan hasil penyidikan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, sumber INDOPOS di DPMPTSP yang namanya tak mau dikorankan ini menyatakan, penangkapan terhadap keempat rekannya itu terjadi di dalam ruang kerja HD. Saat itu empat dari tim Saber Pungli Polda Banten merinsek masuk dan memeriksa ruangan tersebut.

Kata dia, sekitar dua jam Tim Saber Pungli melakukan penyisiran dan penggeledahan terhadap kasus yang ditangani. Bahkan, sejumlah dokumen dan uang tunai pun dibawa anggota polisi berseragam preman tersebut bersama keempat rekannya.

”Memang keempatnya di tangkap di ruang terpisah, ada di bagaian pelayanand an pendaftaran, dan dua lagi di ruang kerja. Katanya sih mereka habis meminta upeti dari tiga pengusaha, tapi gak tau di mana mereka melakukan punglinya ini. Kalau memang benar mereka melakukan pungli, itu sudah sangat berani sekali soalnya baru delapan bulan pindah ke sini,” jelasnya.

Di tempat lain, Kepala DPMPST Kabupaten Tangerang, Nono Sudarno mengaku sangat terkejut dengan penangkapan keempat bawahannya yang melakukan pungli dan terkena OTT oleh Tim Saber Pungli Polda Banten. Sebab, selama ini dirinya mengenal HD, EI, SA, dan IW merupakan pegawai yang tak pernah berulah.

Apalagi, HD, EI dan SA baru delapan bulan bertugas di Izin Prinsip Penanaman Modal setelah terkena mutasi pegawai yang dilakukan Bupati Tangerang. Sedangkan IW merupakan pegawai honorer yang sudah lama bekerja di DPMPTSP.

”Gak tau saya mau bilang apa, yang jelas saya sendiri dibuat terkejut sama penangkapan mereka itu. Yang saya tau selama ini ketiganya tidak pernah melakukan pungli kepada pengusaha yang dating mengurus perizinan. Benar ketiganya baru delapan bulan kerja setelah di mutasi dari beberapa dinas,” terangnya.

Diakui Sudarno, saat penangkapan terhadap keempat bawahannya itu di ruang pelayanan dirinya sedang mengikuti rapat bersama bupati. Bahkan, OTT terhadap HD, EI, SA, dan IW sempat membuat heboh sejumlah dinas yang ada di Puspemkab Tangerang. Bahkan para pengurus perizinan yang datang berhamburan dari ruang tunggu untuk menyaksikan empat bawahannya itu di giring ke mobil polisi.

”Kami jadi malu dibuatnya, soalnya banyak warga yang sedang mengurus sejumlah perizinan. Kebetulan saya sendiri waktu itu sedang rapat, jadi tidak tau betul kronologis penangkapan mereka. Informasi yang kami dapatkan keempatnya terlibat praktik pungli kepada beberapa pengusaha,” paparnya. (cok)

Berita Terkait

Megapolitan / Wahidin: Stop Pungli di Banten Lama

Nusantara / Polres Garut Ungkap Komplotan Pencuri

Banten Raya / Datangi Lokalisasi Liar, Kades Dihajar

Megapolitan / Tertipu, Sekar Wijaya Lapor Polda Metro Jaya


Baca Juga !.