Megapolitan

Objek Wisata Tak Sebagus di Aplikasi, Warga Desak Hapus e-Plesiran

Redaktur:
Objek Wisata Tak Sebagus di Aplikasi, Warga Desak Hapus e-Plesiran - Megapolitan

TIDAK DIKELOLA: Suasana Setu Cipondoh selain sebagai tempat penampungan air saat hujan juga jadi lokasi wisata, tapi sayang pengelolaan situ itu masih ditangani warga setempat.

INDOPOS.CO.ID - Masyarakat Kota Tangerang menganggap peluncuran aplikasi e-Plesiran yang dibuat pemerintah daerah setempat tidak akan banyak berguna. Pasalnya, pembuatan aplikasi yang mengeluarkan dana tidak sedikit itu tak mendukung pengembangan objek wisata yang ada di kota tersebut.

Bahkan, aplikasi untuk pencarian tempat wisata, kuliner dan beragam jenis tempat hiburan budaya asli yang di-launching di ruang Tangerang Live Room (TLR), Puspemkot Tangerang, Rabu (16/8) hingga kini tidak akan berdampak mendatangan wisatawan.

Ali Zulfikar, warga Jalan Madrasah III, Cipondoh, mengatakan aplikasi e-Plesiran yang dibuat Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Tangerang dihapus saja. Lantaran aplikasi itu tidak mendukung potensi pariwisata di kota yang berbatasan darat dengan DKI Jakarta tersebut.

Pasalnya, peluncuran aplikasi e-Plesiran itu tidak didukung pengelolaan tempat tujuan wisata. ”Di tempat kami saja, ada Setu Cipondoh tetapi sampai hari ini pengelolaannya tidak diperhatikan. Malu kan, nanti pas digunakan wisatawan ternyata obyek wisatanya tidak sebagus seperti foto yang ada di e-Plesiran itu,” katanya kepada INDOPOS, Rabu (23/8).

Dia mencontohkan, objek wisata Setu Cipondoh di Kecamatan Cipondoh sampai saat ini tidak mendapatkan perhatian Pemkot Tangerang. Pembuktiannya, kata dia juga, pengelolaan objek wisata air itu masih dikelola masyarakat. Akibat tidak adanya perhatian pemda, membuat kawasan serapan air yang dahulu digunakan warga untuk plesiran menjadi rusak dan tak terawat.

”Kami saja warga di sini tidak dapat merasakan sensasi obyek wisata Setu Cipondoh ini. Tetapi tiba-tiba pemkot dengan santainya membuat aplikasi e-Plesiran. Harusnya aplikasi ini dibuat memperhatikan objek wisatanya dulu. Kalau seperti ini malu lah sama wisatawan yang datang. Melihat obyek wisata sebenarnya rusak dan tidak sebagus seperti yang ada di aplikasi e-Plesiran itu,” ungkapnya.

Senada juga diungkapkan pengelola Klenteng Boen Tek Bio, Koh Tjin Eng. Dia mengaku, selama puluhan tahun mengalola tempat ibadah sekaligus objek wisata religi tersebut, pengembangan dan pengelolaannya tidak pernah diperhatikan Pemkot Tangerang. Akan tetapi justru klenteng ini masuk ke dalam aplikasi e-Plesiran yang dibuatkan Diskominfo yang diklaim untuk pengembangan kepariwisataan.

”Inikan sudah salah, kenapa Klenteng Boen Tek Bio dimasukan e-Plesiran. Kami sangat keberatan sebabnya selama ini kami dan pengurus saja yang memugar tempat ini. Lagu pula klenteng ini kan sudah masuk dalam situs cagar budaya jadi tidak perlu lagi dimasukan ke dalam e-Plesiran oleh pemkot,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Tjin Eng itu juga mengaku, aplikasi e-Plesiran yang dibuat Pemkot Tangerang sama saja pemborosan anggaran. Sebab, Tangerang bukanlah tujuan destinasi wisata para pelancong baik lokal dan luar negeri. Karena pengembangan obyek wisata tidak pernah dilakukan sama sekali oleh instansi pemda tersebut.

Bahkan, terkesan obyek wisata selalu di anak tirikan oleh Pemkot Tangerang. ”Bisa dirasakan sekarang geliat laju pembangunan pusat perbelanjaan dan pemukiman pesat, ketimbang pengembangan obyek wisata di Kota Tangerang,” ucapnya. Makanya, kata Tjien Eng juga,  para pelancong lebih senang pergi ke wilayah Banten seperti ke Pantai Anyer dan Badui untuk berwisata.

Yang tepat, ucapnya juga, memang aplikasi e-Plesiran dihapus saja karena akan membuat pelancong kecewa nantinya saat berkunjung. ”Iyah dong, toh informasi dan foto di e-Plesiran lebih bagus daripada aslinya,” cetusnya juga.

Menyikapi itu, Kepala Diskominfo Kota Tangerang Tabrani menuturkan diluncurkannya e-Plesiran tak lain untuk menarik pelancong datang berwisata. Selain itu, aplikasi e-Plesiran juga untuk memperkenalkan budaya dan lokasi wisata kota peyanggah Ibu Kota Jakarta itu sebagai kota layak wisata.

Apalagi, Kota Tangerang sangat strategis dan kaya dengan aneka potensi wisata. Di antaranya wisata peninggalan sejarah, budaya, dan kuliner. ”Karena ada potensi sarana hiburan yang akan menjadikan Kota Tangerang sebagai penghubung kota yang layak dikunjungi,” ucapnya juga.

Menurut Tabrani juga, selama ini memang potensi wisata di Kota Tangerang memang belum terinformasikan secara luas sehingga pengelolaan pariwisata di wilayah itu belum tergarap optimal. ”Makanya kami berusaha meningkatkan potensi wisata ini dengan meluncurkan aplikasi e-Plesiran,” paparnya juga.

Ditanya terkait permintaan warga untuk menghapus aplikasi itu dampak minimnya perhatian dan pengembangan obyek wisata yang ada di kota itu, Tabrani mengaku tidak bisa dilakukan. Pasalnya, peluncuran aplikasi ini usulan Wali Kota Tangerang dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Diskepar) setempat.

Namun begitu, Diskominfo berjanji akan segera membahas pengembangan sejumlah objek wisata kepada instansi terkait. Juga memperhatikan masukan berbagai pihak terkait bantuan pengelolaan situs-situs wisata tersebut. (cok)

Objek Wisata yang Terabaikan di Kota Tangerang

Potensi Objek Wisata Alam

1.Setu Cipondoh di Kecamatan Cipondoh.

2.Setu Bulakan di Kecamatan Priuk.

3.Jembatan Pelengkung di Kecamatan Tangerang.

4.Setu Gede di Kecamatan Tangerang.

5.Bantaran Sungai Cisadane di Kecamatan Tangerang

Potensi Objek Wisata Religi

1.Masjid Raya Al-Azhom di Kecamatan Tangerang.

2.Masjid Kali Pasir di Kecamatan Tangerang.

3.Klenteng Boen Tek Bio di Kecamatan Tangerang.

4.Masjid Pintu Seribu di Kecamatan Periuk.

5.Klenteng Boen San Bio di Kecamatan Karawaci

Potensi Objek Wisata Sejarah

1. Bendungan Pintu Air Sepuluh di Kecamatan Karawaci

2. Museum Benteng Heritage di Kecamatan Tangerang.

3.Stasiun Kereta Api Kota Tangerang di Kecamatan

    Tangerang

 

 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Wisatawan Serbu Kain Tenun Badui

Internasional / Mesir Buka Piramida Bengkok untuk Pariwisata Bagi Masyarakat Umum

Daerah / Event Tarian Ini Menyertakan Ribuan Orang

Lifestyle / Perjalanan Wisata Biaya Murah, Ini Triknya

Lifestyle / Lawang Sewu Kini Tak Angker Lagi

Megapolitan / Ribuan PKL Kota Tua bakal Direlokasi


Baca Juga !.