Megapolitan

Kesejahteraan Guru PAUD Minim, Masih Numpang di Rumah Warga

Redaktur:
Kesejahteraan Guru PAUD Minim, Masih Numpang di Rumah Warga - Megapolitan

HUT PAUD : Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy didampingi istri yang juga Ketua Himpaudi Provinsi Banten, Adde Rosi Khoerunnisa membagikan doorprize dalam acara peringatan HUT ke-12 Himpaudi Provinsi Banten, Minggu (27/8).

INDOPOS.CO.ID – Kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Banten, masih jauh dari kata ideal. Dengan tugas dan beban yang berat, karena berkaitan dengan pendidikan karakter dan kedisplinan anak sejak kecil, namun honor dan kesejahteraan serta sarana dan prasarana yang mereka dapat dari pekerjaannya masih minim.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang Guru PAUD asal Tangerang, Minah di hadapan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Ketua Himpaudi Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa saat mengambil hadiah undian yang dibagi di acara HUT ke-12 Himpaudi Provinsi Banten tersebut, kemarin.

”Saya harap agar kesejahtraan guru PAUD lebih diperhatikan, baik itu honor dan insentif. Juga agar gedung PAUD juga lebih diperhatikan, karena ada beberapa sekolah PAUD yang masih menumpang di rumah warga,” ujarnya.

Menanggapi keluhan itu, Ketua Himpaudi Provinsi Banten, Adde Rosi Khoerunnisa mengatakan, pihaknya akan berupaya mendorong agar PAUD lebih diperhatikan oleh pemerintah. Menurutnya, urusan PAUD kewenangannya ada di pemerintah kabupaten/kota.

Namun, Adde Rosi yang juga Wakil Ketua DPRD Banten akan meminta kepada Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan, untuk membantu menyelesaikan permasalahan di PAUD, termasuk memperhatikan kesejahteraan guru PAUD.

“Meskipun kewenangannya di kabupaten/kota, provinsi juga punya kewajiban untuk membantu. Mungkin kita (Pemerintah Provinsi Banten) bisa mendorong lewat bantuan keuangan, apabila kabupaten/kota, untuk anggara insentif guru PAUD nya masih kurang. Dinas pendidikan kabupaten/kota kita dorong untuk peduli terhadap guru PAUD,” kataya.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy yang hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Banten akan meminta kepada pemerintah kabupaten/kota di Banten, serta Dinas Pendidikan untuk memperhatikan kesejahteraan guru PAUD di seluruh Provinsi Banten.

Andika meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih peka terhadap masalah PAUD, khususnya para tenaga pendidik PAUD yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mengajar. Meski honor minim, lanjut Andika, para guru PAUD rela mengajar dengan alasan pengabdian untuk mengajar anak usia dini yang merupakan generasi penerus bangsa.

”Saya beserta Gubernur Banten akan berupaya semaksimal mungkin  mendorong pemerintah kabupaten/kota serta dinas pendidikan untuk lebih memperhatikan nasib para guru PAUD yang rela mengabdi untuk para anak penerus bangsa tanpa lelah,” tuturnya.

Andika pun membahas tantangan yang akan dihadapi anak usia dini di era teknologi informasi saat ini. Mereka perlu perhatian yang lebih untuk mengantisipasi masuknya dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi saat ini.

”Kita sebut dari generasi Alfa harus dijaga. Generasi alfa adalah sejak mereka lahir sudah kenal dengan teknologi, seperti handphone ataupun gadget.  Ini terbuka sekali dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Oleh karena itu. melalui PAUD ini diharapkan bisa menjaga tumbuh kembang anak-anak menjadi generasi bangsa yang sehat,” ujarnya.

Menurut Andika, pada dasarnya, faktor penguatan datanya dari keluarga yang merupakan lingkungan dasar. Selain itu, pembentukan tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya di luar keluarga.

”Anak-anak rentan, sehingga dalam proses pertumbuhan di usia dini dibutuhkan bimbingan, pengajaran dan pola bermain yang baik. Melalui PAUD diharapkan akan terbentuk anak usia dini berkarakter yang baik, mental dan sikap yang baik juga,” ucap Andika

”Kondisi sekarang banyak ayah bundanya yang bekerja sehingga anak-anaknya dititip di PAUD untuk belajar dan bermain. Diharapkan Himpaudi dalam hal ini dapat berkontribusi maksimal dalam membentuk pola pikir, sikap dan mental anak usia dini,” tambahnya.

Acara peringatan HUT ke-12 Himpaudi tingkat Provinsi Banten ini dibuka dengan acara senam sehat yang diikuti oleh pengurus Himpaudi dan para guru PAUD se-Provinsi Banten. Dalam acara ini, digelar juga acara doorprize, dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memberikan doorprize utama yaitu satu sepeda motor. (yas/agp)

 

 

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / Tak Jujur di UNBK, Siswa Terancam Sanksi Tegas

Nasional / Perbedaan Pandangan soal Poligami Harus Dihargai

Nasional / Pendidikan Indonesia Semakin Gawat


Baca Juga !.