Megapolitan

Minim Penerangan, Jalan di Kota Bekasi Rawan Kejahatan

Redaktur:
Minim Penerangan, Jalan di Kota Bekasi Rawan Kejahatan - Megapolitan

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID – Hampir sebagian jalan - jalan di Kota Bekasi, masih minim penerangan jalan umum (PJU). Kondisi ini menimbulkan rasa tak nyaman bagi warga sekitar saat melintas terutama pada malam hari karena sering dimanfaatkan pelaku kejahatan.  Apalagi, seluruh kekurangan itu berjumlah 4. 000 lampu PJU pada tahun 2017.

Berdasarkan data yang diperoleh INDOPOS, ada beberapa daerah yang minim penerangan di antaranya, Jalan Rawa Bambu, Medan Satria, Jalan Pangeran Jayakarta, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, dan Jalan Asem Jaya, Mustikajaya. Beberapa jalan tersebut masih belum terpasang tiang PJU. Hanya Jalan I Gusti Ngurah Rai yang gelap karena kerusakan lampu.

Padahal, arus lalu lintas di jalan tersebut cukup ramai sejak pagi hingga malam hari. ”Sampai sekarang lampu penerangan jalan tidak pernah ada di bantaran Kali Baru,” kata Khotib, 43, warga Rawa Bambu, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (27/8) kemarin.

Padahal, kata Khotib, jalan yang ada di bantaran Kali Baru itu sebagai jalan alternatif dari pusat kota sampai ke perbatasan Jakarta Timur via Harapan Indah. Menurut dia, kalau sudah gelap, kondisinya sangat menyeramkan. “Memang belum ada aksi kejahatan. Tapi kita khawatir lama kelamaan bakal tempat aksi kejahatan,” ujarnya.

Sejauh ini, warga hanya memberikan lampu penerangan menggunakan listrik rumah tangga. Khotib mengaku, pemberian penerangan itu hanya untuk memberikan sinar penerangan kepada pengendara yang sering melintas. “Padahal jalan ini kan baru dibangun, kenapa tidak diberi lampu PJU,” imbuhnya.

Perlu diketahui, saat ini total lampu PJU yang terpasang mencapai 31.500 titik. Namun, 24.500 titik lampu dalam keadaan tidak baik. Dan pada tahun 2017, Pemerintah Kota Bekasi melakukan perbaikan ke 20 ribu titik lampu PJU. Artinya, masih ada 4500 lampu dalam kondisi tidak baik. Sedang, 6500 masih layak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi Tri Adhianto, mengatakan, tahun ini sudah 20 ribu lampu PJU baru yang terpasang di jalan kota. Namun, dalam pemasangan ini pemerintah daerah hanya membeli tiang dan perangkatnya. Sebab, seluruh bohlam itu berasal bantuan dari DKI. ”Bantuan bohlam itu bagiam dari MoU dengan Kota Bekasi,” katanya, Minggu (27/8). Program pemasangan seluruh lampu oleh pemerintah daerah dibagi empat zona. (lihat grafis).

Tri menambahkan, dalam anggaran pembelian dan perawatan lampu PJU tahun 2017 mencapai Rp 5,4 miliar. Sehingga, kata dia, dana itu masih belum maksimal untuk menutupi kebutuhan kerusakan PJU. “Tahun ini kita akan sodorkan permohonan permintaan bohlam milik DKI lagi,” imbuhnya.

Tri mengaku, hampir rata-rata seluruh Jalan Lingkungan sudah dilakukan betonisasi. Sayangnya, selama pembangunan jalan tidak diikutsertakan dengan pemberian lampu PJU. “Tahun 2016 kemarin banyak jalan di pemukiman warga yang bisa diakses kendaraan. Dan itu diperlukan lampu penerangan jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Sosial dari Unisma 45 Bekasi, Hamludin mengatakan, dampak minimnya lampu penerangan berakibat fatal bagi aktivitas masyarakat. Mereka menjadi khawatir akan menjadi korban kejahatan bila melintas di tempat yang gelap. “Ada beberapa titik jalan yang sudah menjadi sarang penjahat. Seperti di kolong fly over Ahmad Yani, dan Harapan Indah,” katanya saat dihubungi Minggu (27/8).

Bukan hanya kejahatan, kata dosen ilmu sosial itu, kecelakaan juga menjadi masalah yang kerap dihadapi bila jalan-jalan masih gelap. Terutama angka kecelakaan pada kendaraan roda dua akibat jalan berlubang. “Sudah gelap, jalannya rusak. Banyak pengendara yang tergelincir bila sudah berkendara malam hari,” imbuhnya.

Hamludin berharap, Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya meminta bantuan terus kepada DKI atas pengadaan bohlam PJU. Seharusnya, pemerintah menganggarkan sendiri kebutuhan lampu untuk 12 kecamatan. “Khawatir DKI tidak mau bantu, bagaimana,?” tandasnya. (dny)

Total lampu PJU

31. 500 titik lampu PJU

24.500 dalam kondisi tidak baik

20.000  lampu diperbaiki tahun 2017

4.500 lampu dalam kondisi tidak baik

 Anggaran perawatan Rp 5,4 miliar APBD 2017 dan mendapat bantuan 20.000 bohlam dari Pemprov DKI tahun 2017 (Ahok)

Pemasangan Titik PJU

Zona satu

wilayah Bekasi Timur, Bekasi Utara, Medan Satria.

Zona dua

wilayah Jatiasih dan Bekasi Barat.

Zona tiga

Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantar Gebang. 

Zona empat

Kecamatan Pondok Gede, Pondok Melati dan Jatisampurna.

Baca Juga


Berita Terkait

Daerah / KAL Kembang Bantu Pencarian Korban Tenggelam

Daerah / Sekretariat DPRD Sultra Disegel Massa

Banten Raya / Dilapori Warga, Wahidin Minta Pasien Kanker Ovarium Ditangani

Banten Raya / Warga Negara Malaysia Rampok Toko Emas di Balaraja

Megapolitan / Ribuan Korban Kebakaran Kampung Bali Matraman Mengungsi


Baca Juga !.