Megapolitan

Pilkades Jadi Ajang Judi, Lima Orang Terjaring OTT

Redaktur:
Pilkades Jadi Ajang Judi, Lima Orang Terjaring OTT - Megapolitan

PENGAMANAN PILKA DES: Ratusan personil gabungan dari unsur TNI dan Kepolisian apel pagi di halaman Mapolresta Tangerang, kemarin. Mereka akan dikerahkan untuk menjaga TPS pemilihan kepada desa di Kabupaten Tangerang.

INDOPOS.CO.ID - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang secara serentak di 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang, dengan memilih dijadikan ajang judi oleh warga. Politik uang dan judi dalam pemilihan kades ini diduga sudah terjadi sejak lima tahun silam.

Dugaan tersebut ternyata terbukti, aparat polisi berhasil menangkap lima orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di toko HP yang berada di Simpang 4 Tugu Mauk, Kampung Mauk Timur, Desa Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Sabtu (26/8), malam

Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif mengatakan, sejak awal pihaknya telah mengendus praktik politik uang dan judi dalam pilkades yang dilakukan secara serentak di 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang yang digelar hari ini (Kemarin _ Red), Minggu (27/8).

Setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung membentuk tim untuk melakukan pengawasan pilkades tersebut untuk menciptakan demokrasi yang sehat. Namun, dugaan adanya praktek kecurangan dalam pilkades tersebut ternyata terbukti.

Lima orang berinisial JUH, 66, ZS, 41, MH, 52, MR, 48, dan JTM, 48, terkena OTT oleh petugas kepolisian yang melakukan penyamaran sebagai warga. ”Dari tangan kelima orang ini petugas kami berhasil menyita uang tunai sebesar Rp 38.250. 000 dan tiga lembar kwitansi,” kata Sabilul Alif kepada INDOPOS, kemarin.

Terbongkarnya praktik perjudian dalam pilkades tersebut, lanjut Sabilul, dimana pihaknya bersama Polsek Mauk mendapatkan informasi adanya bursa taruhan pilkades di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk. Dari informasi warga itu dua anggotanya pun langsung menyamar sebagai petaruh untuk memasang taruhan. Setelah melakukan transaksi kemudian timnya langsung menangkap para pelaku beserta barang bukti.
Dijelaskan Sabilul juga, JUH berperan sebagai bos alias bandar judi, sedangkan ZS, MH, dsn MR bertugas mencari para pejudi. Sementara JTM bertugas sebagai pencatat uang petaruh yang datang. Dari keterangan pelaku diketahui kegiatan judi ini dikakukan pelaku sejak 15 tahun lalu. ”Taruhannya berfariasi mulai Rp500 ribu sampai 5 juta lebih. Nanti sistem penyerahan uang langsung diambil petaruh sesuai besaran uang taruhan,” ucapnya.

Sabilul pun mengaku, jika kasus judi pilkades itu masih terus dikembangkan jajarannya. Sebab, dirinya menduga masih ada jaringan penjudi lain yang masih bermain. Dia pun meminta warga untuk terus memberikan informasi terhadap kegiatan terlarang tersebut.

Menyikapi itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar sangat menyangkan hal itu dilakukan ke lima pria tersebut. Padahal, dalam penyelenggaraan pilkades Pemkab Tangerang ingin menekan banyak persoalan. Baik itu keributan antara pendukung kepala desa yang kalah. ”Karena ulah mereka ini kami khawatir kalau pilkades di tempat lain dijadikan ajang berjudi juga. Jadi saat ini akan kami buatkan program penyelenggaraan pilkades yang bersih dari judi, suap sama keributan,” tuturnya.

Zaki menambahkan, pihaknya pun telah membentuk tim kecil dalam memformulasikan penyelenggaran pilkades. Kemudian juga akan mendidik masyarakat dalam judi dalam pesta politik warga pedesaan tersebut. Dia pun sevara tegas meminta polisi menghukum berat kelima pelaku karena telah mencemari penyelenggaraan pilkades tersebut. (cok)

Berita Terkait

Nusantara / Polres Garut Ungkap Komplotan Pencuri

Banten Raya / Datangi Lokalisasi Liar, Kades Dihajar

Megapolitan / Tertipu, Sekar Wijaya Lapor Polda Metro Jaya

Nasional / Jaringan Pengedar Sabu Malaysia Dibekuk 


Baca Juga !.