Kamis, 20 September 2018 04:05 WIB
pmk

ATBI Diserahkan ke DPR, BI Prediksi Pertumbuhan 6 Persen

Redaktur:

Ilustrasi. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya telah menyerahkan Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia  (ATBI) tahun 2018 kepada DPR RI, Senin (28/8). 

”Rencana tahun 2018 sudah kami suguhkan dalam bentuk dokumen. Penyerahan ATBI itu kepada Ketua DPR RI, Setya Novanto, Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan dan beberapa anggota Komisi II DPR RI, ”kata Agus Martowardojo saat ditemui wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (28/8).

Agus mengatakan setelah penyerahkan dokumen tersebut berharap segera dibahas dan disetujui. Sehingga BI bisa bekerja dengan baik untuk menjalankan fungsi moneter makro prudential, serta sistem pembayaran. 

Agus juga menyimpulkan, kondisi perekonomian Indonesia dalam keadaan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dikatakan berada di angka 5,01 persen. Sedangkan dari sisi pengendalian inflasi, Indonesia masih aman karena inflasi berada di kisaran empat persen di tahun 2017.

Dari segi neraca pembayaran, sambung Agus, Indonesia berada dalam kondisi surplus. Kondisi rupiah terhadap dolar juga mengalami apresiasi. ”Kita lihat neraca pembayaran Indonesia dalam kondisi surplus. Tahun ini rencananya ada di US$ 7 miliar surplus. Kita lihat bahwa nilai tukar rupiah di tahun 2016 menunjukkan kondisi yang apresiasi terhadap dolar dan kinerja rupiah itu yang terbaik di asia pasifis,” kata mantan Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II itu.

Menurut Agus, dalam anggaran 2018 diperkirakan akan ada pengingkatan penerimaan sedangkan dari pengeluaran akan lebih rendah dari prognosa tahun 2017. Agus mengatakan, kebijakan-kebijakan BI akan fokus pada upaya memelihara dan menjaga kestabilan nilai rupiah.  

Selain hal itu, Agus juga menuturkan soal dampak yang ditimbulkan oleh gangguan Satelit Telkom-1 terhadap industri perbankan terbilang minim. Alhasil, layanan terhadap nasabah sejumlah bank memang sempat terganggu. Tapi, dia menilai jangkauannya tak terlalu luas ada meski, ribuan ATM milik sebagian bank di Indonesia masih tidak aktif hingga hari ini.  

Menurut Agus, karena jangkauan satelit Telkom-1 tidak terlalu luas, permasalahan akibat gangguan ini dapat diatasi dalam waktu singkat. Saat ini, perbaikan Satelit Telkom-1 juga sedang berjalan. ”Kami sudah bertemu Telkom dan beberapa penyedia layanan di manajemen lapangan. Kami juga sudah bertemu OJK (Otoritas Jasa Keuangan, red) dan Menteri Komunikasi dan Informatika, untuk memastikan ada pemulihan cepat,” kata Agus.
 
Sementara itu, Presiden Jokowi menargetkan pertumbuhan ekonomi domestik mampu menyentuh 7 persen pada 2019. Namun, target tersebut, tampaknya, sulit dicapai. Alasannya, pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diprediksi hanya berkisar 5,2 persen. 

Sementara itu, tahun depan diprediksi di angka 5,4 persen. Meski demikian, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2019 bisa mendekati 6 persen. Angka pertumbuhan itu merupakan dampak dari pembangunan proyek infrastruktur besar-besaran yang digalakkan Presiden Jokowi sejak awal pemerintahannya. ”Range tertinggi sampai 6 persen untuk 2019, 2020, dan 2021. Batas atasnya 5,6–6,0 persen,” jelas Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di Hotel Tentrem, Jogjakarta, kemarin (28/8). 

Menurut dia, pembangunan infrastruktur diproyeksikan mulai berdampak dua tahun setelah dibangun secara masif. Apalagi, anggaran infrastruktur terus meningkat. ”Infrastruktur (imbasnya baru terasa setelah, Red) dua tahunan. (Proyeksi angka pertumbuhan) Itu perhitungan BI, ya, jangan disamakan dengan pemerintah. Pemerintah bisa punya hitungan sendiri,” katanya. 

Pada 2019, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi akan didorong investasi, khususnya untuk nonbangunan dan ekspor. Pembangunan infrastruktur bakal menarik masuk penanam modal sehingga investasi nonbangunan mulai bergerak. 

Dampaknya, produk manufaktur berkembang. Produk ekspornya akan berubah dari komoditas sumber daya alam menjadi produk manufaktur. ”Setelah itu, (2019) semoga (pertumbuhan ekonomi) Indonesia langsung menuju level 6 persen-an,” tuturnya. (Aen/ken/c16/noe)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-indonesia 

Berita Terkait

IKLAN