Cabut Penghargaan Nobel Perdamaian untuk Aung San Suu Kyi

INDOPOS.CO.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Zainul Majdi setuju jika penghargaan Nobel Perdamaian tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi dicabut, karena ia dianggap tidak melakukan pembelaan terhadap penindasan warga Rohingya di Myanmar.

”Saya pikir orang yang mendiamkan pembantaian tidak pantas dicatat sejarah sebagai penerima Nobel,” katanya, Sabtu (2/9).

Suu Kyi menerima penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1991 karena menjadi tokoh antikekerasan, demokrasi dan hak asasi manusia.

”Harusnya dicabut (penghargaan Nobel) bahkan harus dikasih sanksi internasional,” tambah Majdi. (JPG)

Komentar telah ditutup.