Syarikat Islam: Hentikan Pembantaian terhadap Etnis Muslim Rohingya

INDOPOS.CO.ID – Tragedi kemanusiaan berupa pembantaian minoritas etnis muslim Rohingya di Myanmar tidak dapat dibiarkan. Konflik komunal antara kelompok mayoritas Budha dan kelompok minoritas muslim Rohinghya telah banyak memakan korban.

Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Pusat Syarikat Islam melalui ketua umumnya, Hamdan Zoelva mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) mengambil sikap tegas untuk segera menghentikan pembantaian dan penganiayaan sistematis terhadap minoritas etnis muslim Rohingya di Myanmar.

Baca Juga :

Hamdan mengatakan, Syarikat Islam mengutuk segala bentuk persekusi terhadap etnis muslim Rohingya atas dalih apa pun juga. Menurutnya, upaya rekonsiliasi melalui jalur dialog secara damai masih terbuka lebar untuk ditempuh oleh pemerintah Myanmar.

“Mendesak PBB untuk melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menghentikan persekusi atas etnis Rohingya dan mewujudkan penyelesaian menyeluruh bagi pemenuhan HAM atas warga negara Myanmar di Rohingnya dan mengakhiri tragedi kemanusiaan di wilayah itu,” ujar Hamdan Zoelva melalui keterangan tertulisnya, Minggu (3/9).

Baca Juga :

Pengungsi Rohingya Ogah Balik ke Myanmar

Hamdan melanjutkan, ia menyindir pemerintah Myanmar yang menurutnya telah menunjukkan sejumlah ironi dan pencitraan di mata dunia internasional.

Hamdan menguraikan, nobel perdamaian yang didapat oleh pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi saat menjadi tokoh oposisi tidak dapat dipertanggung jawabkan di mata masyarakat internasional dengan adanya tragedi kemanusiaan yang menimpa minoritas etnis muslim Rohingya.

Baca Juga :

Kata Hamdan, komitmen Internasional tentang pembangunan menyeluruh dan berkelanjutan yang berbeda mencolok dengan sikap pemerintah Myanmar terhadap warga negaranya.

“Penderitaan akibat persekusi di bawah simbol negara tersebut adalah ironi besar di tengah gencarnya gerakan Internasional untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs),” ucapnya.

Hamdan menambahkan, Myanmar sebagai satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang pernah menempatkan tokoh nasionalnya sebagai Sekretaris Jenderal PBB sangat tidak pantas dan ironis jika kini justru melakukan tindakan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan oleh PBB.

Namun, menurutnya, tragedi Rohingya yang tak kunjung memperlihatkan ujung penyelesaian damai memperlihatkan kelemahan negara Myanmar dan komunitas Internasional yang diwakili oleh PBB dan ASEAN secara regional.

“Myanmar sebagai negara yang mendapat pengakuan lembaga-lembaga resmi Internasional gamang dalam mewujudkan komitmen perdamaian dunia, demikian juga PBB dan ASEAN. Rohingnya adalah ujian berat bagi keduanya,” kata Hamdan. (rmn)

Komentar telah ditutup.