Jumat, 21 September 2018 03:04 WIB
pmk

Bulutangkis

Sejumlah Pengurus PBSI se-Sumatera Utara Minta SK Pembekuan Dicabut

Redaktur: Ali Rahman

INDOPOS.CO.ID - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) membekukan Pengprov Sumatera Utara yang diketuai Johannes IW. Atas keputusan PP PBSI ini, sejumlah Pengurus Kota/Pengurus Kabupaten (Pengkot/Pengkab) PBSI di Sumut menolaknya. Mereka meminta agar surat keputusan pembekuan dicabut karena berdampak pada dualisme kepengurusan. Sebab setelah pembekuan itu, PP PBSI membentuk pejabat sementara atau caretaker. 

Adapun sejumlah Pengkot/Pengkab yang menolak, antara lain Deli Serdang, Simalungun, Pematangsiantar, Tapanuli Utara, Sibolga, Labuhan Batu, Pakpak Bharat, Padanglawas Selatan dan Padangsidempuan. Selain itu, masih ada Batu Bara, Tebingtinggi, Langkat, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Labura, Madina, Gunung Sitoli, dan Medan.

Sejumlah Pengprov/Pengkab mendatangi kantor PP PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, dengan tuntutan agar SK pembekuan dicabut. Selain itu, mereka juga menemui Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman agar membatalkan SK pembekuan itu. “Kami berharap SK itu dicabut karena membuat pembinaan bulu tangkis di Sumatera Utara berhenti. Saat ini, kami semua saling curiga,” ujar ketua PBSI Deli Serdang Datuk Selamat Fery di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Senin (11/9).

Pihaknya berharap semua orang mulai di tingkat pusat hingga daerah bersabar karena kepengurusan PBSI Sumut di bawah kendali Johannes IW akan berakhir tahun depan. “Kepengurusan ini hanya sampai 2018, jadi tinggal sebentar lagi. Biarkan kepengurusan Pak Johannes mengabdikan diri sampai selesai,” terangnya.

Pembekuan Pengprov Sumut diambil PP PBSI karena terkait penyelenggaraan Muskotlub PBSI Medan yang dianggap bertentangan dengan AD/ART. Tim investigasi PP PBSI menyimpulkan, Muskotlub Medan tidak sah karena tidak memenuhi syarat, alasan dan prosedur. Pengprov Sumut tetap nekat mendukung adanya Muskotlub Medan dan bahkan melantik kepengurusan baru. Kebijakan ini membuat PP PBSI marah, lalu membekukannya.

Pengurus kabupaten/kota PBSI itu yang hadir yakni Ketua PBSI Deliserdang (H Datuk Selamat Fery), Ketua PBSI Pematangsiantar (Azhar Nasution), Ketua PBSI Simalungun (Walpiden Tampubolon), Sekretaris PBSI Taput (Posma Simorangkir), Sekretaris PBSI Sibolga (Jonny E Tanjung), Ketua PBSI Pak Pak Bharat (Bantu Banurea), Sekretaris Labuhanbatu (Ade Huzaini), Ketua PBSI Padanglawas Selatan (Syafaruddin Hasibuan), Sekretaris PBSI Padangsidempuan (Antonius Tio), Sekretaris PBSI Tebingtinggi (Sofian Siregar).

Selanjutnya, Ketua PBSI Batubara (Hendry Murianto), Sekretaris Humbahas (Arysman Pasaribu), Wakil Ketua Langkat (Dedi Supriatna), Ketua PBSI Labura (Hotman Kosnen), Sekretaris Gunungsitoli (Martinian Sihura), Ketua Serdang Bedagai (Budi SE), Wakil Ketua Medan (Ahmad Haswin), Sekretaris Madina (Ali Himsar Nasution) dan Ketua PBSI Tapsel (Haris Yani Tambunan. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bulutangkis #pbsi 

Berita Terkait

Akbar/Winny Langsung Tersingkir di Indonesia Masters

Bulutangkis

Sudah Saatnya Genjot Ekstra Gregoria Mariska

Bulutangkis

Siapkan Pesta Medali Emas  

Asian Games 2018

Bisa-Bisa All Indonesian Final

Asian Games 2018

IKLAN