Nusantara

15 Ekor Satwa Liar Direhabilitasi BKSDA sebelum Dilepasliarkan

Redaktur:
15 Ekor Satwa Liar Direhabilitasi BKSDA sebelum Dilepasliarkan - Nusantara

DILINDUNGI: Seekor beruang dan kalempiau yang diterima BKSDA Kalbar, Jumat (8/9) sebelum dilepasliarkan di habitatnya.

INDOPOS.CO.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menerima kiriman 15 ekor satwa yang dilindungi dari Satuan Tim Gugus Tugas Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Sintang, Jumat (8/9). Satwa yang dikirim ke BKSDA Kalbar merupakan hasil penyelamatan, penyerahan dan penyitaan dari masyarakat. Setelah dikumpulkan, hewan dilindungi itu dikandang dan dibawa ke Kota Pontianak. “Tidak ada penolakan saat disita,” kata Kepala Gugus Tugas Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Kalbar Toto Sutiyoso kepada wartawan di halaman kantornya, kemarin.

Jenis satwa yang dikirim ke BKSDA di antaranya, lima ekor kalempiau (owa), empat ekor kukang, empat beruang, seekor burung elang dan seekor burung cenderawasih. Semuanya dikumpulkan sejak 4 September lalu. Beberapa ekor satwa tersebut akan direhabilitasi sebelum dilepasliarkan.

“Untuk kukang akan direhab di sini. Owa dikirim ke Kalteng direhab di sana. Sementara beruang masih kita lihat tingkat keliarannya, apakah siap dirilis (lepas) atau direhab dulu. Burung cenderawasih, kita akan berkoordinasi dengan BKSDA Papua. Apakah akan dikembalikan ke Papua atau direhab di sini,” jelas Toto.

Dia mengatakan, pemiliknya satwa tersebut hanya sekadar memelihara, karena kecintaan terhadap hewan-hewan tersebut dan bukan untuk perjualbelikan. Selain itu ada beberapa masyarakat yang menyerahkan langsung kepada BKSDA.

“Tiga ekor kukang di Sintang, mereka (pemiliknya, Red) paham sekali konservasi dan langsung melapor kepada kita. Burung elang dan canderawasih, kukang dan owa bukan diperdagangkan, tetapi dipelihara. Setelah dilakukan penyitaan mereka menyerahkan kepada kita,” ujar Toto.

Ada dua ekor owa di Kapuas Hulu juga diselamatkan dan amankan warga. Dua ekor beruang disita di Melawi, karena kecintaan pemiliknya kepada hewan itu.“Sementara cenderawasih, katanya (pemilik) hasil pemberian, tapi tidak dijelaskan dimana dia dapat,” papar Toto.

Dia menjelasakan, habitat cenderawasih ada di Pupua. Jarak pulau Kalimantan dan Papua sangat jauh. Apakah itu ada indikasi perdagangan satwa atau tidak, akan didalami.“Kita akan telusuri lebih lanjut. Terpenting kita melakukan penyelamatan terlebih dahulu terhadap satwa ini,” ungkapnya. (amb/kam/jpg)

TAGS

Berita Terkait

Jakarta Raya / Gubernur Curigai Penangkaran Buaya Ilegal

Nusantara / BKSDA Sampit Amankan Tingang

Nasional / Tempuh 15 Jam, 10 Owa Jawa Kembali ke Habitat


Baca Juga !.