Perpusnas Diklaim Tertinggi di Dunia

INDOPOS.CO.ID – Setelah selama 2 tahun 6 bulan melewati proses pengerjaan, fasilitas layanan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (14/9). Bangunan dengan gaya jendela rancangan arsitektur insinyur dari Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut diklaim sebagai perpustakaan tertinggi di dunia. Dengan memiliki 24 lantai dengan fasilitas untuk anak-anak, lanjut usia (Lansia) dan penyandang disabilitas.

”Dulu perpustakaan ini hanya 3 lantai dan nggak ada yang mau datang ke sini. Sekarang sudah dibangun dengan 27 lantai plus basement dan menjadi perpustakaan tertinggi di dunia,” ungkap Presiden Jokowi saat meresmikan Perpusnas di Jakarta, Kamis (14/9).

Presiden berjanji, akan mengalokasikan dana desa (DD) untuk membangun perpustakaan di daerah. Pada kesempatan itu pula, Presiden Jokowi juga menanyakan terkait program pengiriman gratis buku lewat kantor pos setiap tanggal 17 tiap bulannya. ”Dana desa untuk perpustakaan di daerah akan segera saya urus. Bagaimana pengiriman buku tiap tanggal 17 setiap bulan, sudah gratis atau belum? Saya hanya ingin cek langsung,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta kepada Kementerian Riset, Teknologi (Ristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) agar semua jurnal internasional perguruan tinggi harus dipusatkan di Perpusnas. Tentu saja, upaya ini akan lebih efisien dan hemat biaya. ”Kalau semuanya terintegrasi, akan lebih mudah. Jangan berjalan sendiri-sendiri,” terang Jokowi.

Lebih jauh Presiden mengungkapkan, Perpusnas harus mempersiapkan diri untuk menyambut masa depan. Yakni meningkatkan minat baca generasi Y dan Z yang memiliki pola pikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Apalagi konsep ini sudah digagas sejak 65 tahun lalu oleh Presiden Soekarno. ”Generasi ini (generasi Y dan Z, Red) lebih suka membaca tulisan dan berita di Smartphone. Anak-anak tinggal klik bisa lihat, bisa baca, bisa membuka video. Berita apapun dengan waktu cepat bisa mereka baca,” ujar Jokowi.

Toleransi durasi membaca generasi saat ini, lanjut Jokowi, sangat pendek. Pada 3 menit pertama tulisan tidak menarik, maka mereka tidak akan melanjutkan membaca. Dan tentu saja, judul sangat menentukan minat baca generasi muda. ”Judul saja tidak menarik, langsung mereka lewati,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, kecepatan sistem dan pelayanan sangat menjadi penting. Karena, generasi saat ini selalu menginginkan layanan serba cepat. Semuannya sudah serba digital dan sangat cepat. Semua sudah menjadi bagian hidup anak-anak sekarang. ”Ingin pesan barang, tinggal klik, mau makanan tinggal klik. Setengah jam sudah datang,” ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan, terobosan inovasi teknologi sangat cepat dan tidak pernah bisa diperkirakan. Hal ini harus diikuti revolusi digital agar tidak ketinggalan teknologi. Perpusnas, menurut Jokowi sudah dilengkapi dengan layanan elektronik buku(e-buku), elektronik jurnal. ”Kita akan tes, apakah Perpusnas sudah full digital,” tukasnya.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menargetkan koleksi buku Perpusnas akan terus bertambah. ”Pada lima tahun ke depan, koleksi buku ditargetkan menjadi 20 juta buku dan total yang bisa ditampung sekitar 70 juta buku,” jelasnya.

Di tempat yang sama,,Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menambahkan, Perpusnas memiliki fungsi melayani kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia. Menurut Muhadjir, aspek Perpusnas adalah jendela dunia, dimana perpustakaan bukan menjadi gudang buku. Akan tetapi perpustakaan menjadi tempat memulai penjelajahan dunia (lihat grafis). ”Perpusnas memiliki teknologi dan fasilitas penyandang disabilitas. Koleksi Perpusnas saat ini sebanyak 2,6 juta eksemplar naskah dan mampu menampung 25 juta eksemplar untuk 20 tahun ke depan dan mampu menampung 12.500 pengunjung sekaligus,” beber Muhadjir.

Muhadjir mengungkapkan, Perpusnas menjadi pusat jaringan perpustakaan nasional di seluruh Indonesia. Mulai dari perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, perpustakaan masyarakat dan perpustakaan perguruan tinggi. ”Aspirasi dari para pegiat pustaka dana desa bisa dialokasikan untuk perpustakaan desa (Perpusdes),” ungkap Muhadjir. (nas)

Komentar telah ditutup.