Sabtu, 17 November 2018 06:38 WIB
pmk

Ekonomi

Hero Supermarket Komitmen Ekspansi Gerai

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Hero Supermarket. Foto: hero

INDOPOS.CO.ID-Hero Supermarket (HERO) pengelola Giant, Hero, IKEA dan Guardian berencana membuka sejumlah gerai tahun ini. Tercatat sudah 5 tahun terakhir perusahaan tidak membuka Hero. Dan, Mei lalu telah diwujudkan dengan membuka gerai Hero di Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Saat ini, perusahaan telah mendirikan 56 gerai Giant Ekstra, 109 gerai Giant Ekspress, 32 Hero, 249 Guardian, dan 1 toko IKEA. Saat ini, Giant Ekstra di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) telah dibuka pada Jumat 24 Maret 2017 dan gerai Giant Ekstra Sawojajar Malang, Jawa Timur (Jatim) telah beroperasi sejak 28 Juli 2017.

”Tahun ini, kami masih terus melakukan ekspansi membuka sejumlah gerai Giant yang dilakukan di Makasar dan Malang,” tutur Presiden Direktur HERO, Stephane Deutsch, di Jakarta, Jumat (15/9).

Tak hanya itu, perusahaan telah membuka usaha baru dengan nama Giant Mart. Minimarket itu berbeda dengan minimarket para pesaing. Saat ini, Giant Mart itu telah tersedia di sekitar Jakarta Barat (Jakbar). ”Detil konsepnya belum bisa kami ungkap,” elaknya.

Sepanjang semester pertama 2017, perusahaan telah menggelontorkan dana investasi Rp 302 miliar. Angka itu meningkat dibanding periode sama tahun lalu senilai Rp 212 miliar. Lonjakan belanja itu klaim perusahaan menyusul sejumlah pembukaan toko baru.

Guardian telah membuka 14 toko baru termasuk toko di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali dan fokus pada strategi pemasaran digital. Sementara, IKEA saat ini tengah memperluas cakupan fungsionalitas penjualan online dengan membuka IKEA Distribution Point di Bogor, Jabar dan IKEA Online Point di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel).

Hingga medio tahun ini, perusahaan mencatat penjualan Rp 6,9 triliun, defisit 3,8 persen persen dari edisi sama 2016 di kisaran Rp 7,2 triliun. Itu terjadi menyusul koreksi produk makanan 6,2 persen. Penjualan produk nonfood mengalami lonjakan 12,2 persen. ”Penjualan produk food mendominasi 85 persen dari keseluruhan,” ucapnya.

Beban pokok penjualan Rp 5,1 triliun, turun dari posisi sama 2016 Rp 5,4 triliun. Kemudian biaya turun 77,38 persen dari Rp 8,7 miliar menjadi Rp 1,9 miliar. Efeknya, perusahaan mencatat laba bersih Rp 71,38 miliar, meningkat 258,6 persen dibanding edisi sama 2016 sebesar Rp 19,9 miliar. (far

 
 
 
 

TOPIK BERITA TERKAIT: #hero #bisnis #giant 

Berita Terkait

Balmerol Fokus Tingkatkan Brand Awareness

Indobisnis

BRI Lanjutkan Promosi Kopi Indonesia di Ajang OCC

Lifestyle

Eagle High Plantations Operasikan PKS Baru di Papua

Indobisnis

Belajar Membatik Sekalian Berbisnis

Jakarta Raya

Oktober, BFI Finance Sediakan Paket Pembiayaan Mesin

Indobisnis

IKLAN