Kawal Event di 2018, Kemenpar Sosialisasi Destinasi MICE di Makassar

INDOPOS.CO.ID – Banyaknya event nasional dan internasional yang akan berlangsung di tahun 2018 mendatang dimanfaatkan dengan baik oleh Kementerian Pariwisata.

Salah satunya potensi yang bisa diraih untuk menjaring wisatawan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) semaksimal mungkin. Berangkat dari hal tersebut, Kemenpar menggelar “Sosialisasi Destinasi MICE” kepada seluruh stakeholders MICE di Indonesia.

Dalam sosialisasi yang dilangsungkan di Hotel The Rinra, Makassar (14/9) kemarin, diikuti ratusan peserta yang mewakili industri MICE di daerah, asosiasi, akademisi, media, dan pemerintah daerah terkait.

“Di 2018, akan ada banyak event seperti Annual Meeting World Bank IMF, Asian Games, dan juga ada 174 Pilkada serentak di beberapa provinsi di Indonesia,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Eddy Susilo. 

Baca Juga :

Industri, jelas Esthy, harus dapat mengambil manfaat ini dengan baik. Karena banyak sekali yang bisa dimanfaatkan terlebih dibidang MICE. 
Melalui kegiatan ini Esthy berharap industri mendapat pemahaman yang lebih terhadap pengelolaan wisata MICE. Bahwa tidak hanya terbatas pada pelaksanaan, tapi juga bagaimana mendrive peserta MICE agar dapat menikmati pariwisata Indonesia lainnya yang kuat akan natural and culture resources. 

“Kami harapkan, didalam melakukan kegiatan-kegiatan MICE, mungkin bisa ditampilkan lokal konten dan community based yang harus selalu ditampilkan. Atau mungkin nuansa eventnya bernuansa lokal. Agar masyarakat lokal bisa merasakan dampaknya, ,” ujar Esthy. 

Sementara Eddy menjelaskan, sosialisasi destinasi MICE ini merupakan kali kedua diselenggarakan. Sebelumnya acara serupa dilaksanakan pada (10/9) di Surabaya. Nantinya  sosialisasi juga akan dilakukan di Yogyakarta. 

”Kegiatan Sosialisasi Destinasi MICE di Makassar merupakan kegiatan untuk mensosialisasikan keberadaan INACEB (Indonesia Convention and Exhibition Bureau) kepada stakeholders MICE sehingga dapat diupayakan kerjasama yang kuat ,” kata Eddy.

Sementara itu Ketua INACEB Budi Tirtawisata yang didapuk sebagai narasumber dalam sosilisasi itu menyampaikan, MICE adalah pasar yang tidak terpengaruh oleh fluktuasi dibandingkan  dengan wisatawan leisure. 

Wisatawan MICE umumnya diklasifikasikan menjadi ‘quality tourist’ yang cenderung tinggal lebih lama dan menghabisan uang lebih banyak dari wisatawan biasa.

“Jumlah devisa yang dikeluarkan wisatawan MICE  tujuh kali lipat lebih banyak dari wisatawan biasa atau traveler. Sehingga pasar MICE sangat potensial sekali untuk digarap secara serius dan bersama-sama. Baik industri dan pemeri ntah harus kompak untuk itu,” ujar Budi.

Lantas apa yang dibutukan bagi MICE Destinasi? 
Budi punya jawabannya, direct fligt terkait akses adalah hal paling penting . Lalu dari convention center yang luasnya mencapai 5.000 meter harus disipakan. Jaraknya juga tidak boleh terlampau jauh dari kota. Paling tidak sekitar 20 menit untuk menuju Venue. 
“Tidak telalu jauh dari pusat keramaian. Karena wisatawan MICE umumnya menghabiskan waktunya untuk berkeliling venue. Golf serta  lokal konten dan transportasi juga penting. Memang saat ini Bali sudah memnuhi itu. Karena semuanya ada. Baik kendaraan, infrastruktur, fasilitas dan SDM. Tetapi tidak menutup kemungkinan, Jakarta, Yogyakarta dan kota lain untuk meniru Bali,” ujarnya.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, sosialisasi INACEB sangat penting. INACEB diyakini bisa membantu meningkatkan potensi pameran, konferensi dan acara bisnis sektor MICE, dalam memberikan kontribusi pendapatan sektor pariwisata Indonesia. Serta dampak ekonomi yang signifikan melalui peningkatan jumlah pengunjung, tingkat hunian Hotel, penerbangan dan high spending power dari delegasi MICE.

"INACEB adalah solusi. Industri MICE kurang berkembang akibat ketiadaan lembaga yang mengurus. Saya berharap INACEB mampu meningkatkan posisi Indonesia dalam ICCA ranking Asia dan Pasifik, dari posisi ke 12 dengan 76 kegiatan MICE, ke nomor 8 dengan jumlah penyelenggaraan kegiatan MICE 150 kegiatan MICE di 2019,” kata Menpar Arief.

“Selain itu, INACEB juga ikut memberikan kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara hingga 2 juta di tahun 2019. Jumlahnya meningkat hampir 10 kali lipat dari capaian di 2015," pungkas Arief Yahya. (lis/ags)

Komentar telah ditutup.