Panglima TNI Kumpulkan Jenderal Senior

INDOPOS.CO.ID – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengumpulkan sejumlah jendral senior TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin. Ada sejumlah nama besar ikut kumpul. Mereka yakni, Wakil Presiden ke-6, Tri Sutrisno, Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ada juga Ketua Umum DPP Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) Agum Gumelar, mantan Panglima TNI Widodo AS, mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto serta mantan Panglima TNI Agus Suhartono. Ada apa?

Tri Sutrisno saat memberi sambutan bahkan banyak memuji Gatot. Ia mengaku terkesan dengan kinerja Gatot, karena TNI mendapat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Ia pun berpesan kepada Gatot untuk besar hati melepas jabatan Panglima TNI yang tinggal enam bulan lagi.

Baca Juga :

Prabowo Belum Pasti, Gatot Berpeluang

"Selesai tugas secara organisasi itu biasa. Kita harus tinggalkan TNI dengan legawa, enggak boleh kita punya sindrom," kata Tri.

Selain itu, Tri juga mengingatkan Gatot untuk selalu berjuang dengan cara apa pun setelah pensiun nanti. Hal itu demi menjaga dan mempertahankan NKRI.

"Saya dukung Anda selama menjabat atau selesai kita tetap berangkul tangan. Di luar TNI luas, mau jadi (kader) partai, Saya datang. Mau jadi politisi, apa pun boleh. Tapi perjuangan jangan dilepaskan, jadi rutinitas," kata Tri disambut tepuk tangan hadirin.

Gatot saat ditanyai wartawan soal pertemuan tersebut mengaku, bukan sebuah konsolidasi politik, namun acara silaturahim Panglima TNI dengan purnawirawan TNI di Markas Besar TNI. Dia mengaku, hanya meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya menjelang enam bulan pensiun. Pasalnya, hal itu akan menjadi catatan sejarah yang baik dalam rangka penyempurnaan visi dan misi TNI.
"Pada hari ini, apabila enam bulan lagi masa aktif saya di TNI, apabila sampai di penghujung sana, saya juga sangat ingin mendengar saran sebagai pedoman saya untuk menyelesaikan tugas saya di TNI. Sekaligus arahan kepada generasi penerus TNI," imbuhnya. 
Oleh sebab itu, dirinya langsung mengucapkan terima kasih kepada para senior maupun sesepuh di TNI yang telah mencurahkan rasa kasih sayangnya kepada TNI. "‎Kami paham dan tahu dalam berbagai kesempatan di media, sekalipun terkadang disampaikan intonasi dan sudut pandang yang berbeda, ada yang lemah lembut dan ada tajam menusuk, semua itu betuk rasa cinta kepada institusi TNI ini," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gatot juga melaporkan kegiatan ziarah ke makam para presiden hingga Panglima Besar ‎Jenderal Sudirman guna merawat tradisi dalam rangkaian HUT ke-72 TNI yang akan digelar pada 5 Oktober 2017 di Cilegon, Banten. Selain itu, Panglima dan prajurit juga ziarah ke makam-makan para prajurit yang gugur di Timor Leste. Menurut dia, TNI tidak boleh melupakan seluruh jasa para prajurit yang telah gugur di medan perang.
Terpisah, pengamat militer, Karel Harto Soesetyo mengatakan,  langkah panglima belakangan ini, termasuk sikap kerasnya terhadap PKI dengan pemutaran fil G30S/PKI, adalah upaya politis menuju Pilpres 2019.

"Saya rasa Panglima berupaya membangun pencitraan positif buat dirinya sebagai modal politik menuju pilpres 2019 nanti. Dengan menghadirkan citra sebagai tokoh nasional yang pro Islam, anti komunis dan anti korupsi," ungkapnya kepada INDOPOS saat dihubungi, Jumat (22/9).
Dia juga juga mengaku, telah melihat gelagat bila Gatot Nurmantyo akan melangkah maju dalam perebutan kursi presiden atau wakil presiden pada pemilu 2019 mendatang.

"Saya melihat semua langkah sedang ia (Gatot) persiapkan, termasuk membuat pertemuan hari ini (Jumat 22 September 2017, red) di Cilangkap bersama sejumlah jenderal senior,” tegasnya. (aen)

Komentar telah ditutup.