Kebakaran Hebat, Ayah dan Anak Menjadi Korban

INDOPOS.CO.ID – Kebakaran hebat terjadi di Jl. Urip Sumoharjo Gang Sungai 7, RT 04, Lingkungan I, Gunungsulah, Wayhalim, Bandarlampung, Sabtu dini hari (23/9). Akibat kejadian itu, Bambang Suroso, 42, dan putrinya Desi Susanti, 29, meninggal secara tragis.

Satirman, 47, Ketua RT 04 Lingkungan I Gang Sungai 6, Gunungsulah, Wayhalim, Bandarlampung mengaku baru saja hendak berangkat menuju musala dekat rumahnya.

Baca Juga :

Namun di tegah perjalan dia mendengar ada musibah kebakaran, dia langsung bergegas pulang kembali ke rumahnya. Sarung yang sebelumnya telah dia kenakan, langsung dilepas.

“Saya langsung lari mengambil ember bantu nyiramin. Apinya sudah membesar, untung saja tidak ada angin sehingga api tidak merembet ke rumah kanan dan kiri,” kata Satirman seperti dilansir Radar Lampung (Jawa Pos group) hari ini.

Satirman mengatakan, saat itu warga langsung berinisiatif bahu membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beruntung, mobil pemadam segera datang untuk menjinakkan api.

Satirman menjelaskan, berdasarkan kartu keluarga (KK), Bambang tinggal bersama istri dan 3 anaknya di rumah tersebut. Namun saat kejadian, hanya tiga orang yang berhasil dievakuasi warga.

Baca Juga :

Mereka adalah Rosmala Dewi (40) istri Bambang dan dua anaknya yaitu Arief (27) dan Fahmi (5).

“Waktu dievakuasi, istri Pak Bambang dalam kondisi lemas. Kalau anak kedua Pak Bambang Arief dan si bungsu Fahmi cuma lecet sedikit,” ucapnya.

Selain Satirman, warga lain Heriyanto (55), Median Surya (37), dan Heru (23) turut membantu memadamkan kobaran api.

“Saya dengar pengumuman di musala ada kebakaran. Waktu saya keluar, api sudah besar,” kata Heri yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari TKP.

Petugas BPBD Kota Bandarlampung menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dengan diawaki puluhan petugas. Api akhirnya dapat dijinakkan sekitar pukul 05.50 WIB.

Setelah api berhasil dipadamkan, polisi kemudian memasang police line di rumah bercat biru itu. Tak satu pun warga diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Hanya petugas BPBD Bandarlampung yang dapat masuk ke dalam untuk mencari penghuni rumah yang lain

“Petugas Damkar menemukan dua jenazah. Katanya ditemukan di ruang tengah. Kami nggak bisa masuk karena memang dilarang saat itu,” ungkapnya.

Penemuan jasad dalam kondisi gosong itu menimbulkan beragam pertanyaan. Pasalnya, kondisi jenazah sudah tidak dapat dikenali lagi sehingga identitas jenazah tidak dapat diketahui secara pasti.

“Awalnya katanya kan itu si Umar Ali (menantu Bambang, Red). Tapi diumumin di Musala nggak tahunya yang meninggal Pak Bambang,” tutur Heri.

Dia menerangkan, saat kejadian malam itu Umar Ali memang tengah menginap di rumah tersebut. “Kami benar-benar tidak menyangka Bambang menjadi korban. Dia sejak kecil sudah tinggal di daerah sini. Almarhum merupakan warga yang ramah dan kerap bersosialisasi dengan warga sekitar,” ucapnya diamini oleh Khoiri (60) tetangga korban lainnya.

Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Bandarlampung M. Rizki menjelaskan, dari keterangan korban yang selamat, di dalam rumah itu ada enam orang. "Namun yang berhasil selamat ada tiga orang. Waktu kami cari hanya dua jasad hangus terbakar dengan posisi berpelukan di ruang tengah,” tuturnya.

Belakangan dua jasad itu dipastikan adalah Bambang dan Desi. Sementara Umar Ali menghilang. Rizky mengaku pihaknya sudah menyisir seluruh area TKP untuk mencari Umar Ali.

Sebelumnya, Umar Ali sempat diduga menceburkan diri ke dalam sumur. Guna memastikan, pihaknya bersama tim Rantis Rescue Ditsabhara Polda Lampung turun ke dalam sumur dengan kedalaman 15 meter tersebut. Tetapi, hasil pencarian tidak membuahkan hasil.

"Kami sudah berupaya menguras air yang ada di dalam sumur menggunakan selang milik pemadam tapi tetap tidak ditemukan," tuturnya.(nca/fik)

Komentar telah ditutup.