Satu Blok Rusun Bekasi Jaya Rusak

INDOPOS.CO.ID – Sarana rumah susun sewa Bekasi Jaya di Kecamatan Bekasi Timur, kondisinya tak terurus. Bahkan satu blok kondisinya sudah memprihatinkan. Imbasnya sembilan unit kamar mengalami kebocoran.

”Dana yang ada hanya untuk keperluan rumah tangga rusunawa sebesar Rp 400 juta. Dana itu berasal dari APBD Kota Bekasi tahun 2017. Jadi dana untuk perbaikan kita belum anggarkan,” terang Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Rusunawa pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtam) Kota Bekasi, Hafiz.

Baca Juga :

Dia juga mengakui, kerusakan sudah terjadi sejak 2015 silam. Namun, pihaknya masih menganalisis penyebab kerusakan tersebut. Hingga perbaikannya pun menjadi terlambat.  Menurut dia, kondisi kerusakan terjadi di blok satu. Disitu ada sembilan unit kamar yang mengalami kebocoran. Hafiz menduga penyebab kebocoran itu karena letak sembilan kamar itu berada di satu garis vertikal.

”Sampai sekarang kita masih tunggu hasil tim analisis, baru akan kita anggarkan," ucapnya. Saat ini kata Hafiz anggaran yang dimiliki sebesar Rp 400 juta itu, untuk keperluan biaya rumah tangga. Salah satunya seperti biaya sekuriti, biaya tukang kebun, dan biaya keperluan rumah tangga selama satu tahun. "Sehingga dana yang ada tidak cukup untuk perbaikan," ujarnya.

Baca Juga :

Perlu diketahui, Rusunawa Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi sudah diserahterimakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2005 silam. Jumlah hunian yang ada di rusunawa mencapai 96 kamar.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Rusun Bekasi Jaya, Firmansyah mengatakan, sudah berulang kali petugas Disperkimtam melakukan penelusuran atas kerusakan tersebut. Sayangnya, sampai dengan sekarang tidak ada tindakan yang kongkrit. ”Sudah sering mereka datang untuk melihat kerusakan. Tapi nyatanya belum ada perbaikan sampai sekarang," ucapnya.

Baca Juga :

Ribuan Unit Rusunawa Siap Huni

Selama ini diakui Firman pihak UPTD hanya melakukan pemeliharaan saja seperti pengecatan, penggantian pintu yang rusak dan kran yang rusak. Sementara untuk perbaikan yang vital seperti plafon yang bocor tidak pernah di lakukan.

Firman menduga kebocoran yang terjadi disebabkan dari bobroknya pipa yang terpasang di dalam tembok rusunawa. ”Karena penyebab unit yang saya tempati bocor biasanya kalau pemilik unit di atas kamar saya mandi maka air langsung rembes," tandasnya. (dny)

Komentar telah ditutup.