Pengunjung Kafe Tewas Dikeroyok

INDOPOS.CO.ID – Polrestro Tangerang mengantongi identitas lima pria yang menewaskan Yana, 42, di Kafe Sabela, Jalan Raya Prancis, Kelurahan/Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Rabu (27/9) dini hari. Kini, lima pria itu tengah diburu polisi guna menguak aksi pembunuhan tersebut.

Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, didapatkannya identitas kelima pelaku itu setelah jajarannya mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi. Dari keterangan para saksi itu di dapatkan jika pelaku pembunuhan Yana ini merupakan pengunjung tetap kafe remang-remang yang menjadi tempat kejadian perkara.

Selain itu juga, ditemukan sidik jari pelaku di tubuh korban. ”Tim sudah kami kerahkan untuk menangkap pelaku, doakan saja sebelum 24 jam mereka sudah tertangkap,” terangnya kepada INDOPOS, kemarin (27/9). Lebih jauh, Harry menjelaskan keterangan pemilik kafe dan beberapa pengunjung diketahui aksi pembunuhan itu terjadi Rabu (27/9) pukul 01.00 WIB.

Saat itu Yana dan rekannya, Royani berjoget dengan tiga pemandu lagu di Kafe Sabela. Saat sedang bejoget itu, korban didatangi lima pria. Saat itu, ribut mulut hingga adu fisik antara korban dengan lima pelaku terjadi. Tapi aksi itu dilerai pemadu lagu dan membuat kelima pelaku beranjak dari tempat hiburan malam itu.

Baca Juga :

Terungkap Sudah Modus Pelaku Mutilasi

Tak lama kemudian, sambung Harry, kelima pelaku kembali mendatangi kafe tersebut mencari korban. Selanjutnya, korban dikeroyok. Akibat kalah tenaga dan jumlah korban pun tewas di lokasi bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya.

Sementara itu, salah satu pemadu lagu Kafe Sabela, Dinda Arini, 35, mengaku perisitiwa berdarah itu terjadi saat dirinya sedang mengantarkan minuman ke room yang diisi oleh Yana dan rekannya. Saat itu dia melihat dua rekannya keluar dari ruangan sembari berlari serta menjerit ketakutan. Saat itu pula dia melihat ada lima orang pria keluar meninggalkan korban yang tergeletak di lantai bersimbah darah.

Baca Juga :

”Gak tau, yang saya lihat hanya sudah ada orang yang tergeletak. Seingat saya yang keluar itu pak MDS sama empat kawannya, kalau yang terjatuh dilantai itu pak Yana. Memang pak Yana ini pelanggan setia kafe ini, seminggu bisa dua kali datang ke sini buat nyanyi-nyanyi habis itu pulang,” tuturnya.

Akibat peristiwa pembunuhan itu, kafe milik Dandi itu tidak boleh beroperasi karena polisi melarang adanya kegiatan hiburan sampai kasus tersebut terkuak. ”Sejak peristiwa itu, kami gak kerja tak boleh sama pak polisi. Tidak ada prostitusi, disini hanya karaoke saja dan minum bir,” pungkasnya. (cok)

Komentar telah ditutup.