Fujifilm Indonesia Perkuat Lini Bisnis di Indonesia

INDOPOS.CO.ID – PT Fujifilm Indonesia baru saja melakukan estafet kepemimpinan. Bila sebelumnya dipegang oleh Masatsugu Naito, kini tugas tersebut diemban oleh Noriyuki Kawakubo. Kawakubo, yang bergabung di Fujifilm sejak 2010, dipilih sebagai orang nomor satu di Fujifilm Indonesia efektif sejak Agustus lalu. Selain menjadi Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Kawakubo-san juga menjabat sebagai General Manager Fujifilm Asia Pasifik (Head of Medical System Business).

Menurut Kawakubo, sejak 2016, seluruh bisnis Fujifilm sudah berada di bawah kendali PT Fujifilm Indonesia, yang sebelumnya di bawah manajemen PT Modern International selama beberapa dekade. Lini bisnis tersebut adalah divisi electronic imaging (kamera dan lensa), photo imaging (mesin pencetak foto, kertas foto, dan instax), graphic arts, medical, industrial product, dan life science (perawatan kulit).

Baca Juga :

Perempuan Jago Bisnis Bisa Tetap Cantik

Dikenal sebagai pabrikan kamera, Kawakubi bakal mendorong bisnis baru Fujifilm di Indonesia, yakni lini usaha medical, life science, dan industrial product. Sedangkan tiga lini bisnis lagi dipandangnya sebagai bisnis tradisional Fujifilm Indonesia. ''Di semua lini usaha tersebut, kami menargetkan pertumbuhan bisnis double digit di tahun mendatang dan menjadi nomor satu di Indonesia,'' ujar Kawakubo.

Divisi Photo Imaging Fujifilm di Indonesia menguasai 80 persen pasar domestik di segmen produk mesin pencetak foto, kertas foto dan instax. Ke depan anak usaha Fujifilm Holding Corporation ini akan terus melakukan inovasi. ''Orang Indonesia sudah lama mengenal Fujifilm, dan brandnya cukup kuat, pertumbuhan bisnis kami juga tetap stabil,'' tukasnya.

Baca Juga :

Dia mengincar lini bisnis barunya akan berkontribusi sama besar dengan lini bisnis tradisional terhadap pendapatan Fujifilm Indonesia. Saat ini lini bisnis tradisional masih mendominasi pendapatan usaha Fujifilm Indonesia. ''Dalam tiga hingga lima tahun mendatang, kami ingin porsinya seimbang 50 banding 50, sehingga sama dengan portofolio bisnis Fujifilm global,'' tandasnya.

Perlu diketahui, di bisnis baru life scince, Fujifilm memiliki produk perawatan kulit dengan merek Astalift. Saat ini distribusi produknya masih terbatas di ritel modern di Jakarta, seperti Sogo, Lotte, dan lain-lain.

Fujifilm Indonesia merupakan anak usaha langsung Fujifilm Holdings Corporation, yang didirikan pada September 2011. Perusahaan juga memiliki kantor cabang untuk memasarkan usahanya di Indonesia, seperti Surabaya, Bandung, Jogjakarta, dan Makassar, serta kantor representasi di Medan dan Palembang.

Dia mengatakan Indonesia merupakan pasar paling potensial khususnya di wilayah Asia Pasifik karena jumlah penduduknya cukup banyak. "Hampir semua produk baru Fujifilm diterima di pasar Indonesia," kata dia.

Pada tahun fiskal 2017, pendapatan usaha Fujifilm Holdings diperkirakan mencapai 2.322 miliar yen atau setara USD 20,7 miliar. (dew)

Enam Unit Bisnis Fujifilm Holdings Corporation 

– Divisi electronic imaging (kamera dan lensa)

– Divisi photo imaging (mesin pencetak foto, kertas foto dan instax)

– Diviai graphic art (mesin digital printing dan offset)

– Divisi medical (alat kesehatan)

– Divisi industrial products (prescale dan NDT)

– Divisi life science (perawatan kulit). 
 

Komentar telah ditutup.