Nusantara

Hati-Hati Arisan di Facebook, Jangan Sampai Seperti yang Terjadi di Samarinda Ini

Redaktur: Wahyu Sakti Awan
Hati-Hati Arisan di Facebook, Jangan Sampai Seperti yang Terjadi di Samarinda Ini - Nusantara

LAPOR: Sejumlah korban penipuan arisan sedang melapor ke polisi. Foto: Kaltim Post

INDOPOS.CO.ID– Matahari belum terlalu tinggi di ufuk timur, tapi Mapolresta Samarinda sudah ramai oleh kerumunan perempuan, Senin (2/10). Berjumlah belasan, mereka ke markas kepolisian Kota Tepian, meminta kejelasan setelah merasa menjadi korban arisan daring yang diinisiasi Darma Yulan Sari (24).

Kasus ini sedianya sudah dipolisikan sejak Jumat (29/9). Yulan adalah administrator grup media sosial Facebook bernama Arisan Uang dan Furniture Samarinda. Saat ditelusuri tadi malam, grup tersebut sudah tidak ada di laman Facebook. Saat itu, kepolisian menanggapi laporan dengan mengambil langkah mediasi. Yulan pun turut hadir. Namun kemarin, Yulan yang tinggal di Jalan Untung Suropati, Karang Asam Ilir, Sungai Kunjang, tak merespons panggilan kepolisian.

Jelas Ani Sudaryani (40), anggota grup, setiap peserta arisan menyetor sejumlah uang melalui automatic teller machine (ATM). Dalam kurun waktu tertentu, undian dilaksanakan untuk menentukan sosok yang layak menerima uang hasil urunan itu.

Dia bergabung dengan grup itu lantaran tergiur dengan bujukan Yulan. Sempat meninggalkan grup karena tak tahan dengan ramainya notifikasi grup. Setelah sekian lama, melihat jumlah anggota grup terus bertambah, dia kembali bergabung. Uang Rp 440 ribu dia setor sejak kembali bergabung.

Berselang 12 hari, Ani mendapat pemberitahuan uangnya bisa diambil. Nominalnya bertambah menjadi Rp 650 ribu. Tergiur dengan keuntungan itu, Ani kembali mengirim uang. Hingga merasa telah ditipu, Ani telah mengirimkan Rp 45 juta dalam kurun waktu tertentu dengan nilai transfer berbeda. “Saya ikut dari pertengahan Juni,” tambah Ani.

Setelah berkomunikasi dengan korban lain, Ani menjelaskan, mereka menyetorkan nilai yang hampir sama. Salah satunya Lilis (25), yang mengaku uang Rp 100 juta setorannya tak kembali. “Kabarnya juga ada yang sampai Rp 1 miliar,” tambah Ani.

Sebelum dilaporkan ke kepolisian, hampir setiap hari Yulan mengudara di dunia maya dengan tayangan langsung via grup Facebook. Dalam live streaming itu, Yulan mengutarakan tagihan kepada para pemasang arisan daring.

Puncaknya, menjelang akhir September, banyak pengikut arisan daring yang pembayarannya tersendat. Tak terima, sejumlah pemasang kemudian mendatangi kediaman Yulan hingga kemudian dilaporkan ke kepolisian.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Noval Forestriawan membenarkan laporan itu. "Sementara mengumpulkan bukti-bukti. Berlanjut ke pemeriksaan,” sebutnya. Lanjut Noval, dari 10 pelapor, kerugian mencapai Rp 1 miliar. Jika tak ada perkembangan, besar kemungkinan Yulan bakal berstatus tersangka dalam waktu dekat. (*/dra/ndy/k8/Kaltim Post/JPG)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / Terbukti, Penjual Apartemen Tipu Pembeli Rp 34 Miliar

Megapolitan / Polisi Masih Proses Laporan Natalia

Megapolitan / Wartawan Laporkan Kasus Penipuan

Nusantara / Waspadai Modus Mengaku Petugas Pertamina padahal Dagang Selang Elpiji

Headline / Ratusan Mahasiswa RI di Taiwan Korban Penipuan


Baca Juga !.