Kamis, 19 Juli 2018 04:17 WIB
BJB JULI V 2

Ekonomi

Sabuk Nusantara 98 Diluncurkan untuk Dukung Tol Laut

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

KEREN: Peluncuran Kapal Sabuk Nusantara 98 di Semarang. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID-Hari ini Samudera Shipyard meluncurkan Kapal Perintis Tipe 1.200 GT di galangan kapal PT Yasa Wahana Tirta Samudera di Tanjung Emas, Semarang. Kapal ini merupakan kapal ke 2 pesanan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang diberi nama Sabuk Nusantara 98.

Samudera Shipyard merupakan lini bisnis Samudera Indonesia yang bergerak di bidang pembangunan, perawatan & perbaikan kapal. Sebelumnya, pada bulan Juni 2017 lalu Samudera Shipyard telah meluncurkan kapal pertama dengan spesifikasi yang sama dan diberi nama Sabuk Nusantara 106.

Kapal Perintis ini memiliki panjang 62,8 meter, lebar 12 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 400 orang dan barang 100 ton. Kontrak pembangunan 2 unit kapal ini didapatkan oleh Samudera Shipyard pada 3 November 2015. Pembangunan kapal ini merupakan bagian dari program Tol Laut yang dicanangkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Kapal perintis ini nantinya digunakan untuk menghubungkan daerah yang tidak mampu dijangkau oleh kapal-kapal besar. Jangka waktu pembangunan kapal yang ditetapkan oleh pemerintah adalah selama 24 bulan.

”Proses pembangunan 2 kapal ini dikerjakan secara bersamaan, namun proses peluncuran tidak dilaksanakan secara bersamaan, hal ini disesuaikan dengan proses pengujian peralatan utama kapal oleh tenaga ahli dari masing-masing pabrik pembuat. Proses pengujian harus memenuhi persyaratan dan peraturan dari Biro Klasifikasi Indonesia dan Perhubungan Laut,” ungkap Direktur Pengelola Samudera Shipyard Musthofa.

 Dalam pembangunan kapal ini Musthofa mengungkapkan bahwa ketersediaan material masih menjadi kendala. “Sebagian besar material masih impor sehingga dibutuhkan waktu dan kecermatan saat proses kepabeanan,” tegasnya.

”Komponen kapal seperti mesin, genset, pompa-pompa, alat navigasi dan komunikasi serta crane belum bisa diproduksi di dalam negeri. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian harus bisa membina industri lokal untuk dapat memenuhi kebutuhan ini,” tambahnya lagi.

Program Tol Laut sangat penting untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah kepulauan yang belum terjangkau transportasi yang dilaksanakan oleh pihak swasta. Pemerintah harus hadir sehingga jika semua pulau sudah terhubung, dengan sendirinya investor akan masuk untuk membangun ekonomi di daerah tersebut.

 Di samping itu, program tol laut juga berdampak positif untuk industri galangan nasional. Samudera Shipyard terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam membangun kapal guna memenuhi kebutuhan pelayaran nasional Indonesia. Peningkatan kualitas dan kemampuan pembangunan kapal yang kompetitif oleh galangan dalam negeri menjadi tujuan bersama yang akan membawa kemandirian anak bangsa Indonesia. (wsa) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #tol-laut #sabuk-nusantara-98 

Berita Terkait

Layanan Tol Laut Pakai Aplikasi

Nusantara

Bamsoet Soroti Realisasi Tol Laut Jokowi

Nasional

Kemenhub Tambah Kapal Perintis Tol Laut

Megaproyek Tol Laut Jokowi Rawan Korupsi

Nasional

Pemerintah Anggarkan Ratusan Miliar

Nasional

IKLAN