Kamis, 13 Desember 2018 06:12 WIB

Politik

Jokowi Restui Manuver Panglima TNI

Redaktur:

Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio.

INDOPOS.CO.ID - Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio menyebutkan manuver politik Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo selama ini telah mendapat restu Jokowi.

Kata Hendri, langkah-langkah yang dapat dikatakan sebagai manuver politik ini muncul Jusuf Kalla beberapa waktu lalu memutuskan untuk mundur dalam kontestasi politiknya. Lalu muncul beragam nama baru yang akan maju pada Pilpres 2019. Salah satu geliat politik yang kentara dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Pak JK bilang tidak mau maju lagi, jadi ini membuat level Pak Gatot cukup diunggulkan sebagai cawapres," bebernya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/10/2017).

Hendri melihat Jokowi merupakan sosok politisi yang cerdik dengan merestui apa yang dilakukan Gatot. Dengan begitu elektabilitas Gatot akan naik.

"Makanya saya katakan tadi Pak Gatot ini sebagai wapres menjadi paling tinggi elektabilitasnya, kalau tadi survey kedai kopi kan 12 persen dibawah Pak JK dan Pak Prabowo, Pak JK kan katanya tidak maju lagi, Pak Prabowo pastikan pengen jadi presiden dibandingkan wapres makanya elektabilitasnya tinggi," papar Hendri.

Kemudian selama ini panggung yang disediakan dan diciptakan oleh Gatot memang membuat dia leluasa untuk bermain di area ini.

"Pak Jokowi pasti bisa memanfaatkan moment ini untuk mendapatkan momentum politik. Saya percaya manuver Pak Gatot disetujui oleh Pak Jokowi," tutupnya. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #presiden-jokowi #panglima-tni #gatot-nurmantyo #pilpres-2019 

Berita Terkait

IKLAN