Rabu, 15 Agustus 2018 07:26 WIB
pmk

Megapolitan

Tanah Bogor Terus Bergerak, Warga Harap Waspada

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

WASPADA: Peringatan rawan longsor di Kabupaten Bogor. Foto: Pojok Satu

INDOPOS.CO.ID-Peringatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atas potensi pergerakan tanah, benar terjadi. Akhir pekan kemarin (8/10), longsor kembali menerjang Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Tajur Selawi, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin. Oktober ini, pergerakan tanah di Bogor terus meningkat.

Sabtu (7/10) malam, gemuruh dan getaran kencang membuat gempar warga Tajur Selawi, Lemah Duhur. Suara itu muncul usai langit Caringin memuntahkan hujan lebat yang cukup lama. Setelah dirasa aman, warga pun berkumpul mencari sumber suara. Seperti yang dikhawatirkan, tebing di atas permukiman warga longsor dan mengakibatkan satu rumah amblas serta akses jalan desa terputus.

Pantauan Radar Bogor (INDOPOS GROUP), tak ada korban jiwa dalam bencana ini. Tapi sebanyak 22 kepala keluarga (KK) terpaksa diungsikan. Muspika setempat khawatir terjadi longsor susulan di lokasi yang sama hingga bisa menimbulkan korban.

“Berkoordinasi dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, kami mendata mendata warga dan segera mengevakuasi 22 KK dari puluhan rumah," ujar Kapolsek Caringin AKP Fitria Juanda kepada Radar Bogor.

Belum tuntas penanganan di wilayah ini, Fitria mendapat kabar adanya longsor di lokasi berbeda tapi masih satu kecamatan. Longsor susulan terjadi di Desa Cimande Hilir, tepatnya di belakang SDN Caringin 02. “Kami minta pihak sekolah mewaspadai keretakan tanah yang bisa mengakibatkan longsor lanjutan. Kami koordinasikan lagi dengan BPBD dan Muspika," pungkas Fitria.

Longsor Sabtu kemarin seperti berkaitan dengan pergerakan tanah sebelumnya. Rabu (5/10) malam, tebingan di Desa Ciherangpondok, Caringin, ambrol dan menimpa rumah warga. Satu orang ditemukan tewas tertimbun. Akibat minimnya akses menuju lokasi, muspika setempat kesulitan mendatangkan bantuan alat berat. Warga melakukan evakuasi korban hanya menggunakan alat seadanya.

Pekan kemarin, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah mengingatkan Pemkab Bogor untuk mewaspadai tingginya potensi pergerakan tanah. Tercatat ada 24 kecamatan yang berpotensi terjadi gerakan tanah. Bupati Bogor Nurhayanti memastikan peringatan itu sudah disampaikan ke seluruh muspika di Bumi Tegar Beriman.

“Informasi untuk kondisi pergerakan tanah sudah disampaikan kepada para camat untuk meningkatkan kewaspadaan di lokasi rawan longsor,” ungkap Yanti -sapaan Nurhayanti- kepada Radar Bogor.(don/ric/d/Radar Bogor/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #longsor #bogor 

Berita Terkait

DPR RI Soroti Kasus Ceceran e-KTP Rusak di Bogor

Megapolitan

185 Jiwa Mengungsi, Longsor Masih Mengancam

Nusantara

Hujan Lebat, Rumah Dipinggir Kali Ragunan Longsor

Jakarta Raya

Awas…..Bogor Jadi Daerah Paling Rawan Longsor

Megapolitan

Longsor di Kali Bali Matraman, Satu Penghuni Rumah Tewas

Jakarta Raya

Dilanda Longsor, 12 Rumah di Kuningan Rusak

Nusantara

IKLAN