Setnov Mangkir Panggilan KPK, Doli: Tamparan buat Jokowi

INDOPOS.CO.ID – Inisiator GMPG Ahmad Doli Kurnia menilai mangkirnya Setya Novanto dari panggilan KPK hari ini sudah masuk pada bentuk pembangkangan hukum.

Sedianya Setnov dipanggil Jaksa Penuntut Umum KPK untuk menjadi saksi dalam kasus korupsi e-Ktp dengan terdakwa Andi Agustunus atau Andi Narogong di Pengadilan TipikorJakarta Selatan, Senin (9/10).

Baca Juga :

Tak hanya membangkang, menurut Doli, secara tidak langsung itu juga merupakan tamparan terhadap pemerintahan Jokowi yang selalu menguatkan isu pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

"Di masa ini, hukum seakan telah kehilangan wibawanya," tegas Doli dalam keterngan tertulisnya kepada INDOPOS.CO.ID di Jakarta pada Senin (9/10/2017).

Baca Juga :

Setyo Budiyanto Dapat Jabatan Baru di KPK

Sebagai Ketua DPR, sambungnya, Setnov berkali-kali berkelit dan membuat alibi terus menerus untuk tidak memenuhi panggilan KPK adalah perbuatan tercela, tidak patut, dan memberi contoh yang sangat buruk bagi masyarakat bernegara hukum seperti Indonesia.

"Padahal kita tahu dalam dua hari ke belakang Setnov sudah aktif di Golkar dengan mengumpulkan Ketua DPD Provinsi se-Indonesia bahkan memecat pengurus DPP Golkar, setelah dengan seketika sembuh dari 9 penyakit beratnya, pasca gugatan pra peradilannya diterima Hakim Cepi Iskandar," paparnya.

Baca Juga :

Suap Tes CPNS, KPK Tahan Mantan Pejabat Subang

Doli menambahkan mangkir yang untuk kesekian kalinya itu juga adalah bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap KPK.

"Pertanyaannya kenapa KPK seakan diam seperti tak ada perlawanan menghadapi seorang Setya Novanto, sementara terhadap pejabat lain seperti sangat gagah berani melakukan OTT," pungkasnya. (jaa)

Komentar telah ditutup.