Selasa, 25 September 2018 03:09 WIB
pmk

Nasional

PNS Tak Boleh Pakai Gas Melon

Redaktur:

BERSUBSIDI: Gas melon atau elpiji 3 kg hanya untuk masyarakat kurang mampu.

INDOPOS.CO.ID - PT Pertamina (Persero) mengingatkan pegawai negeri sipil (PNS) tidak memakai gas tabung elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi. Itu penting supaya alokasi gas tabung elpiji 3 kg tersebut tepat sasaran. Yaitu untuk kaum kecil dengan pendapatan Rp 350 ribu.

Merujuk data Pertamina, sebanyak 26 juta keluarga tidak mampu berhak menikmati tabung gas elpiji 3 kg. Indikasi berhak menerima salah satunya pendapatan Rp 350 ribu per bulan. Selain itu, memiliki tembok dan lantai rumah tidak permanen. ”Secara ekonomi mampu, terdapat 31 juta keluarga. Mereka ini dilarang menggunakan gas tabung elpiji 3 kg,” tutur Manager External Communication Pertamina, Arya Dwi Paramita, belum lama ini di Jakarta

Penerima berikutnya kalangan usaha kecil dan menengah (UKM). Kelompok UKM terdiri dari pedagang gorengan, toko kelontong, warung kopi, pedagang kaki lima, pekerja kurang dari 10 orang, aset kurang Rp 50 juta, dan belum tersentuh akses permodalan perbankan. ”Kelompok UKM ini terdapat 2,3 juta jiwa,” imbuhnya.

Untuk mencegah terjadinya pelanggaran bilang Arya, perlu pengawasan secara kolektif. Kerja bareng antara pemerintah pusat dan daerah (pemda). Dan, untuk mencegah penyalahgunaan dikalangan PNS, 104 Pemerintah Kota (Pemkot) sepakat untuk mengawasi dan melarang PNS menggunakan elpiji 3 kg. ”Peruntukan elpiji 3 kg bukan hak PNS,” ingatnya.

Melalui program dan dukungan penuh kepala daerah itu, diharap kesadaran masyarakat meningkat. Masyarakat mengetahui dan paham betul alokasi produk bersubsidi dan nonsubsidi Pertamina. Ujungnya, kalangan tidak berhak menerima eliji 3 kg bersubsidi, tidak menyerobot dan melakukan praktik tidak terpuji.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebut aturan PNS Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dilarang memakai produk elpiji 3 kg bersubsidi. Karena itu, Pemprov DKI Jaya, Pertamina dan himpunan wiraswasta nasional (Hiswana) minyak dan gas (Migas)  menggelar sosialisasi dan keamanan penggunaan elpiji. ”Pendapatan PNS Pemprov DKI sudah tinggi. Jadi, tidak layak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi,” tegas Djarot.

Pada program sosialisasi itu, tim Pertamina memberi sejumlah program promosi khusus, seperti potongan harga sampai dengan program trade-in tabung elpiji 3 kg dengan Bright Gas 5,5 kg. Program sosialisasi itu telah menyasar 11 dari 42 kecamatan DKI Jaya.

Di sisi lain, PT Pertamina mengklaim tidak ada label kedaluwarsa pada tabung elpiji. Kalau ada kode tertera pada beragam ukuran tabung, itu sebagai tanda uji ulang. Misalnya, tertera 10.21, itu petanda masa jadwal tabung harus diuji ulang. ”Yang viral di media sosial tidak benar. Tidak ada kode kedaluwarsa untuk produk kami,” bantah Manager External Communication Pertamina, Arya Dwi Paramita.

Arya melanjutkan uji ulang merupakan standar tetap untuk seluruh jenis tabung gas elpiji. Apabila telah melewati tanggal masa uji ulang, tabung gas elpiji 3 kg tetap aman. Tidak mengandung bahaya sebagaimana dikhawatirkan sebagian kalangan. ”Jadi, tabung elpiji kami aman,” imbuhnya.

Tabung gas beredar di masyarakat sudah ditempeli aksesoris bawaan. Kalau kondisi tabung tidak baik, masyarakat bisa menukar atau menghubungi kantor Pertamina terdekat. Masyarakat bilang Arya, dilarang memiliki dua atau lebih tabung gas elpiji 3 kg. sebab gas ukuran itu untuk kalangan kaum lemah alias disubsidi pemerintah.

Karena kalau misalnya dalam satu rumah tangga mengoleksi dua tabung atau lebih, secara logika termasuk golongan masyarakat mampu secara ekonomi. Meski begitu, Pertamina tidak bisa mengambil tindakan atau menghukum masyarakat yang sengaja menyimpan tabung gas elpiji tidak sebagaimana mestinya. ”Kalau tindakan sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah. Kami hanya sebagai pelaksana teknis untuk distribusi gas bersubsidi,” tukasnya. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pns #pertamina #gas-elpiji 

Berita Terkait

Honorer Bekasi Tolak Formasi PNS

Nasional

Airin Pasrah Hanya Dapat 115 CPNS

Banten Raya

Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Lebak Meluas

Banten Raya

Produksi Pertamina EP Sukowati Field Tembus 10.010 BOPD

Nasional

Pertamina Pastikan B20 Berjalan Optimal

Nasional

PNS Bisa Dicover Kecelakaan Kerja Tanpa Batas

Nasional

IKLAN