Sabtu, 18 Agustus 2018 08:02 WIB
pmk

Politik

Mayoritas Warga Sulsel Cuek dengan Pilgub

Redaktur: Nurhayat

Ilustrasi. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Survei Fokus Survey Indonesia (FSI) mengukur tingkat Elektabilitas para tokoh yang akan maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Selatan. ”Pemberitaan media massa, medsos dan gambar-gambar di baleho merupakan sebuah stimulus bagi organism/masyarakat Sulsel untuk merespon dan memberikan sikap dan pendapat pada tokoh-tokoh yang gambar dan pemberitaannya di media massa ,medsos maupun baliho,” kata Direktur FSI, Ziyad Falahi.

Dalam jajak pendapat publik Sulawesi Selatan ini, FSI melibatkan1.667 warga yang memiliki KTP Sulawesi Selatan dan memiliki hak pilih pada saat Pilgub digelar nanti. Penentuan 1.667 warga Sulsel sebagai sampling berdasarkan total Pemilih Pada Pilgub Sulsel sebanyak -/+ 6,8 juta pemilih dengan Metode "Multistage Random Sampling". Sample ditentukan secara proposional dan mengunakan nilai tingkat kepercayaan Survei sebesar 95 persen dan Margin of Error sebesar 2,4 persen.

Dari hasil penelitian "Jajak Pendapat Publik Sulawesi Selatan" beberapa respon dan sikap warga Sulawesi Selatan terhadap para tokoh yang diuji dalam penelitian ini dan respon berupa pendapat warga terhadap Gubernur yang akan terpilih mengantikan Syahrul Yasin Limpo.

Dari penelitian data-data pertanyaan kuisioner yang sudah ditabulasi didapati bahwa, warga Sulawesi Selatan yang terwakili oleh 1.667 warga Sulsel sebanyak 47,3 persen, acuh tak acuh terhadap Pilgub 2018. Sedangkan 14,3 persen sangat antusias, dan sisanya 38,4 persen biasa biasa saja.

Warga Sulsel dalam memilih tokoh untuk kepala daerah, sebanyak 44,5 persen responden menilai politik uang sebagai hal yang wajar. Sebanyak 51,9 persen mengaku tidak bisa menerima politik uang, dan 3,6 persen tidak menjawab politik uang tersebut berupa sembako dan uang yang diberikan oleh para calon gubernur nantinya.

Dari 44,5 persen responden yang mengaku bisa menerima politik uang, ketika ditanyakan kepada mereka apakah akan menerima uang atau barang yang diberikan. Hasilnya, sebanyak 65,7 persen mengaku akan menerima, tetapi memilih calon berdasarkan hati nuraninya.

Adapun sebanyak 16,4 persen mengaku akan menerima dan memilih calon yang memberikan uang atau barang. Sebanyak 9,3 persen akan menerima, tetapi memilih calon yang memberi uang lebih baik. Hanya 4,3 persen yang mengaku tidak akan menerima pemberian, dan 4,3 persen tidak menjawab.

Dari hasil jawaban respoden diketahui bahwa keadaan Ekonomi Keluarga 42,2 Persen Responden sulit dan menurun, kemudian sebanyak 56,4 persen menyatakan keadaan Ekonomi Keluarga selama 3 tahun tidak perubahan atau pendapatan Keluarga habis untuk membiayai hidup ,dan 1,4 persen menyatakan keadaan Ekonomi Keluarga mengalami peningkatan. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilgub-sulsel 

Berita Terkait

IKLAN